Empat Unicorn Bantah Punya Induk Usaha di Singapura

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 21:55 WIB
Empat Unicorn Bantah Punya Induk Usaha di Singapura Ilustrasi Traveloka. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn membantah pernyataan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menyebut perusahaan induknya berada di Singapura. Keempat unicorn itu ialah Bukalapak, Gojek, Traveloka, dan Tokopedia.

Mereka disebut unicorn karena memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar. Senior Corporate Communications Manager Bukalapak Gicha Graciella mengatakan perusahaan itu sejak awal berdiri di Indonesia.

Manajemen mengaku memiliki misi untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di dalam negeri.


"PT Bukalapak.com, lahir dan besar di Indonesia. Untuk investasi langsung masuk ke PT Bukalapak.com," ucap Gicha kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).

Senada, Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita menjelaskan Gojek berada di bawah naungan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, salah satu perusahaan yang tercatat di Indonesia. Menurutnya, Gojek tak memiliki perusahaan di Singapura.

"Gojek adalah perusahaan rintisan Indonesia dengan head office di Indonesia dan 90 persen dari pegawai kami adalah orang asli Indonesia," kata Nila.

Selain itu, perusahaan juga selalu melaporkan kucuran investasi yang dikantongi kepada pemerintah. Hal ini, kata Nila, sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

"Investasi kami senantiasa disalurkan untuk pengembangan usaha dan ekosistem di Indonesia, sehingga kami bisa terus melayani ratusan juta konsumen," terang dia.

Kemudian, Gojek juga akan menggunakan investasi yang masuk melakukan ekspansi dalam hal menyediakan akses pendapatan kepada 2 juta mitra driver, 400 ribu merchants, dan puluhan ribu mitra penyedia layanan program GoLife di Indonesia.


Sementara itu, PR Director Traveloka Sufintri Rahayu menjelaskan bahwa perusahaan berasal sejak awal berada di Indonesia. Detailnya, berada di Wisma 77, Slipi, Jakarta.

"Lalu 80 persen karyawanTraveloka dipekerjakan di Indonesia, jadi tentunya penyaluran investasi terserap di Indonesia," ungkapSufintri.
 
(aud/lav)