Bos Freeport Berharap Menteri ESDM Baru Bisa Kerek Investasi

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 19:51 WIB
Bos Freeport Berharap Menteri ESDM Baru Bisa Kerek Investasi Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas berharap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bisa mengeluarkan kebijakan yang dapat mengerek investasi di sektor energi.

Hal itu diungkapkan Tony saat hadir dalam agenda serah terima jabatan (sertijab) dari mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

"Kebijakan yang sudah ada saat dulu harus dipertahankan," ucapnya, Rabu (23/10).


Menurutnya, Arifin bukan orang baru bagi dunia usaha. Pasalnya, ia juga pernah menjabat di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).
"Sebenarnya bukan orang baru, beliau kan pernah di BUMN. Pasti tahulah soal korporasi," kata Tony.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati berharap agar menteri baru itu lebih banyak memberikan dukungan kepada perusahaan. Hal ini khususnya untuk pembangunan kilang.

"Ada banyak (yang dibutuhkan Pertamina). Nanti saya akan minta waktu untuk bertemu dengan beliau (Arifin) untuk memaparkan apa saja tantangan ke depan dan dukungan dari pemerintah yang diperlukan," paparnya.

Sebagai informasi, Arifin merupakan seorang profesional. Pada 1995 - 2001, ia menduduki posisi sebagai direktur bisnis PT Rekayasa Industri. Setelah itu, ia menjabat sebagai direktur Utama PT Petrokimia Gresik pada 2001-2010.
Karir Arifin terus menanjak hingga menduduki posisi direktur utama PT Pupuk Sriwidjaya (Persero) atau Pusri selama periode 2010-2015.

Di bawah kepemimpinannya, Pusri berganti nama menjadi PT Pupuk Indonesia Holding Company, induk usaha yang membawahi lima perusahaan pupuk pelat merah lainnya yaitu PT Pusri Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang,dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). (aud/lav)