Jokowi Minta Arifin Tasrif Bantu Atasi Defisit Neraca Dagang

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 16:52 WIB
Jokowi Minta Arifin Tasrif Bantu Atasi Defisit Neraca Dagang Menteri ESDM Arifin Tasrif (kemeja batik putih). (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan persoalan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menjadi isu yang dititipkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kementerian ESDM dalam lima tahun ke depan.

"Saat ini Indonesia alami CAD, defisit neraca perdagangan yang harus dibenahi. Ini harus ada kerja sama ke depannya," ucap Arifin, Rabu (23/10).

Hal ini diungkapkan Arifin setelah melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Kementerian ESDM hari ini.


Ia mengaku kerap mengikuti kegiatan Ignasius Jonan, Menteri ESDM periode pertama Jokowi, ketika melakukan kunjungan bisnis ke Jepang. Untuk itu, baginya, sektor energi bukan sesuatu yang baru.

"Saya selalu mengikuti kegiatan Pak Jonan. Saya mendampingi beliau melakukan kunjungan bisnis," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan ada beberapa tantangan di sektor energi, seperti harga listrik, program B30, Independent Power Producer (IPP). Menurutnya hal itu yang perlu menjadi fokus dari menteri ESDM.

"Di ESDM tantangan banyak. Banyak keputusan karena harga gas harus menteri yang putuskan. Harga listrik, B30, IPP. Itu harus jadi atensi sendiri biar tidak banyak masalah," ujar Jonan.

Menurutnya, Arifin bukanlah sosok baru di sektor energi, khususnya minyak dan gas (migas). Namun, sektor mineral dan batu bara (minerba) kemungkinan adala hal baru bagi Arifin.

"Saya sih senang, Pak Arifin tidak asing dengan migas. Kalau minerba mungkin. Pak Arifin pernah di PT Pupuk Indonesia. Jadi harusnya bisa berjalan baik," kata dia.

Diketahui, Arifin merupakan seorang profesional. Pada 1995 - 2001, ia menduduki posisi sebagai direktur bisnis PT Rekayasa Industri. Setelah itu, ia menjabat sebagai direktur Utama PT Petrokimia Gresik pada 2001-2010.

Karir Arifin terus menanjak hingga menduduki posisi direktur utama PT Pupuk Sriwijaya (Persero) atau Pusri selama periode 2010-2015.

Kemudian, Arifin mengemban amanat dari Jokowi untuk menduduki posisi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang setelah diangkat pada 13 Maret 2017 lalu.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)