Titip BUMN ke Erick Thohir, Rini Soemarno Berlinang Air Mata

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 05:20 WIB
Menteri BUMN periode 2014-2019 Rini Soemarno tampak berlinang air mata saat menyampaikan sambutan pada proses serah terima jabatan Menteri BUMN, Rabu (23/10). Eks-Menteri BUMN Rini Soemarno. (Noor Aspasia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2014-2019 Rini Soemarno tampak berlinang air mata saat menyampaikan sambutan pada proses serah terima jabatan Menteri BUMN, Rabu (23/10).

Tak hanya itu, suara Rini terdengar parau saat berpamitan kepada jajaran Kementerian BUMN. Jabatan Rini kini digantikan oleh pengusaha Erick Thohir.

"Pada kesempatan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, pasti dalam lima tahun ini ada kata-kata saya mungkin menyakitkan atau ada tingkah laku yang mungkin menyinggung bapak ibu sekalian," ujarnya, Rabu (23/10).


Rini mengakui selama masa jabatannya, banyak pekerjaan rumah yang belum selesai terutama terkait proses holding perusahaan pelat merah. Di bawah komando Rini, baru dua holding BUMN yang kelar, yaitu holding BUMN minyak dan gas (migas) di bawah induk holding PT Pertamina (Persero) dan holding BUMN tambang dengan PT Inalum (Persero) sebagai induk holding.


Rini menyebut masih banyak proses holding yang harus dikejar yaitu holding BUMN farmasi, holding BUMN infrastruktur dan konstruksi, holding BUMN asuransi, holding BUMN perumahan, dan holding BUMN perbankan.

"BUMN ini sektor usahanya cukup besar dan targetnya bahwa per sektor itu ada perusahaan holding," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada Erick agar mendorong perusahaan pelat merah menjalankan fungsinya mendorong perekonomian yang berbasis kerakyatan seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ia juga meminta Erick untuk tetap menjalankan sinergi BUMN.


"BUMN saya rasa sudah berubah cukup banyak dalam lima tahun ini. Saya harap ini jadi pondasi yang kuat untuk bapak teruskan sehingga BUMN kita makin sehat kuat dan bisa berkiprah tak hanya di Indonesia tapi juga dunia," ucapnya.

Serah terima jabatan Menteri BUMN dihadiri oleh mantan menteri perdagangan periode sebelumnya. Meliputi Menteri Negara BUMN periode 2001-2004 Laksamana Sukardi, Menteri Negara BUMN periode 2009-2011, dan Menteri Negara BUMN periode 2004-2007 Soegiharto.

Selain itu, hadir pula jajaran direksi perusahaan pelat merah, seperti Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT BRI (Persero) Sunarso, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Aryani, Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Prabowo, Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi, dan Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin. (ulf/lav)