Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.996 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin, Rp14.051 per dolar AS. Hari ini, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp13.992 - Rp14.060 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina keok 0,64 persen, lira Turki 0,18 persen, rupee India 0,13 persen, yuan China 0,07 persen, won Korea 0,05 persen, dan dolar Singapura 0,04 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan Brexit terus mendominasi berita utama di AS setelah parlemen memaksakan penundaan dalam rencana Brexit pemerintah," kata Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/10).
Sementara itu, pada hari Selasa (22/10), parlemen Inggris menentang Perdana Menteri Inggris Boris Johnson karena mengesahkan undang-undang Brexit. Panggung sekarang tampaknya akan mendorong pemilihan umum sebelum Natal untuk memecahkan kebuntuan Brexit ini.
Selain itu, proyeksi defisit dari pemerintah juga memberikan sentimen negatif terhadap rupiah hari ini. Pemerintah sendiri menargetkan defisit anggaran sebesar 1,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2020 atau senilai Rp 307,2 triliun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani membenarkan bahwa defisit di APBN 2020 kemungkinan melebar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Proyeksi tersebut tak lepas dari adanya tekanan dari penerimaan negara mengingat tantangan yang terjadi di sektor manufaktur maupun pertambangan.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 144/PMK.05.2019 yang di tanda tangani pada 17 Oktober 2019. Aturan ini membicarakan tentang perkiraan defisit dan tambahan pembiayaan defisit APBN 2019.
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat pergerakan rupiah kemungkinan akan berada di level Rp14.010 sampai dengan Rp14.070 esok hari.
(ara/sfr)