Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.051 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin, Rp14.058 per dolar AS. Hari ini, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp14.016 - Rp14.060 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Lira Turki menguat 0,53 persen, peso Filipina 0,39 persen, yen Jepang 0,1 persen, yuan China 0,03 persen, rupee India 0,03 persen, dan ringgit Malaysia 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti Menkeu jadi Sri Mulyani. BUMN jadi Erick Thohir, itu sebenarnya menjadi momok pembicaraan pasar terkait kabinet kemarin-kemarin," kata Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).
Selain itu, Ibrahim menilai pasar bereaksi positif akan terpilihnya menteri dalam negeri Tito Karnavian, serta Prabowo Subianto yang menjadi menteri pertahanan.
Sementara itu, dari segi eksternal, Ibrahim mengatakan pelambatan pertumbuhan ekonomi China, serta isu Brexit yang di luar dugaan dengan prediksi pasar atas potensi Boris Johnson untuk melakukan percepatan pemilu telah mempengaruhi penguatan terhadap dolar AS.
Kendati demikian, rupiah masih tetap menguat walaupun dolar AS semakin perkasa. Menurutnya, kejadian tersebut disebabkan karena data internal dari Indonesia dalam kondisi yang baik.
"Seiring menguatnya dolar, rupiah juga menguat. Mengapa begini? Artinya, berarti data internal cukup bagus mendukung mata uang rupiah," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)