Namun, sejumlah mata uang di kawasan Asia Pasifik terpantau melemah terhadap dolar AS. Untuk baht Thailand melemah 0,03 persen, ringgit Malaysia melemah 0,07 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, dan dolar Singapura melemah 0,01 persen.
Sementara itu, beberapa mata uang negara di Kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. untuk won Korea melemah 0,29 persen, yuan China melemah 0,06 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama setelah pasar mengetahui Sri Mulyani masih jadi Menkeu. Pasar rupanya mempercayai kemampuan Sri Mulyani untuk mengawal kebijakan fiskal Jokowi," kata Ariston saat diwawancarai CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).
Selain itu, Ariston mengatakan andil dari melempemnya kesepakatan Brexit berpotensi menahan laju penguatan rupiah.
[Gambas:Video CNN]
"Semalam parlemen Inggris kembali mementahkan proposal kesepakatan Boris Johnson dan memaksa perpanjangan waktu Brexit," ucapnya.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi akan beegerak di kisaran Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 pada hari ini.