Pengumuman Kabinet Indonesia Maju Kerek Nilai Tukar Rupiah

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 10:26 WIB
Pengumuman Kabinet Indonesia Maju Kerek Nilai Tukar Rupiah Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.035 per dolar AS pada Rabu (23/10) pagi. Posisi tersebut menguat 0,04 persen dibandingkan Selasa (22/10) kemarin, Rp14.040 per dolar AS.

Namun, sejumlah mata uang di kawasan Asia Pasifik terpantau melemah terhadap dolar AS. Untuk baht Thailand melemah 0,03 persen, ringgit Malaysia melemah 0,07 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, dan dolar Singapura melemah 0,01 persen.

Sementara itu, beberapa mata uang negara di Kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. untuk won Korea melemah 0,29 persen, yuan China melemah 0,06 persen.


Penguatan hanya dialami oleh yen Jepang yang naik 0,07 persen, dan rupee India 0,29 persen, sementara dolar Hong Kong terpantau stagnan dan tak Bergerak terhadap dolar AS.

Di negara maju, pergerakan mata uang terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Tercatat dolar Australia menguat 0,04 persen, dan euro 0,01 persen. Sementara pelemahan terjadi pada kurs poundsterling Inggris sebesar 0,03 persen, dan dolar Kanada sebesar 0,02 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari penyusunan kabinet kerja Jokowi jilid 2.

"Terutama setelah pasar mengetahui Sri Mulyani masih jadi Menkeu. Pasar rupanya mempercayai kemampuan Sri Mulyani untuk mengawal kebijakan fiskal Jokowi," kata Ariston saat diwawancarai CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).

Selain itu, Ariston mengatakan andil dari melempemnya kesepakatan Brexit berpotensi menahan laju penguatan rupiah.

[Gambas:Video CNN]
"Semalam parlemen Inggris kembali mementahkan proposal kesepakatan Boris Johnson dan memaksa perpanjangan waktu Brexit," ucapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi akan beegerak di kisaran Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 pada hari ini.
(ara/sfr)