Kerja Sama BCA dengan Alipay dan WeChat Mundur Jadi 2020

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 08:13 WIB
Kerja Sama BCA dengan Alipay dan WeChat Mundur Jadi 2020 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Lavinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melayani transaksi pembayaran turis China yang berkunjung ke Indonesia terpaksa mundur menjadi tahun depan. Pasalnya, perseroan memprediksi kerja sama dengan Alipay dan WeChat Pay baru bisa terlaksana tahun depan.

Mulanya, perusahaan dengan kode saham BBCA itu menargetkan bisa melayani pembayaran wisatawan Negeri Tirai Bambu mulai September 2019.

"Masih terus kami proses secara teknikal. Kami harapkan awal tahun depan mudah-mudahan kuartal pertama tahun 2020 sudah bisa kerja sama," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, Senin (28/10).


Dalam kerja sama ini, lanjutnya, perseroan hanya akan menjadi penyedia fasilitas (acquiring), bukan penyelenggara fasilitas (issuing). Nantinya, BCA akan menyediakan mesin perekam data elektronik atau electronic data capture (EDC) pada merchant yang banyak dikunjungi turis China, seperti di kawasan wisata.

Dengan demikian, turis China yang datang bisa melakukan transaksi melalui mesin EDC BCA.

"Mereka datang sudah terbiasa tidak bawa kartu kredit, lebih banyak dengan gadget saja. Nah itu mereka bisa melakukan payment (pembayaran) langsung ke EDC kami," jelasnya.

Selain BCA, perusahaan jasa keuangan (fintech) asal China itu tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV Indonesia lainnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) bahwa setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) harus bekerja sama dengan perusahaan domestik.

Saat ini,WeChat Pay telah menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT CIMB Niaga Tbk.
(ulf/agt)