Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya melempar wacana untuk memekarkan dua provinsi baru di Papua. Namun, ia belum memberi sinyal pasti kapan provinsi baru tersebut akan dibentuk.
Merespons itu, Sri Mulyani mengaku siap, namun ia memastikan pelaksanaannya tidak mungkin untuk dilakukan tahun ini. Sebab, pelaksanaan dan penggunaan APBN 2019 tinggal dua bulan lagi. Sementara, porsi alokasi APBN 2020 sudah dipetakan oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia menilai kebutuhan anggaran sejatinya tidak serta merta akan besar. Pasalnya, pembentukan provinsi baru tidak berarti bahwa pemerintah harus membangun semuanya dari nol.
Lihat juga:Sri Mulyani Cari Cara Kejar Pajak Netflix |
Sebelumnya, Tito mengaku sudah bertemu Bupati Merauke Frederikus Gebze untuk membahas mengenai pemekaran baru untuk Papua Selatan. "Pemerintah pusat kemungkinan mengakomodir hanya penambahan dua provinsi. Ini yang lagi kita jajaki, yang jelas Papua Selatan sudah okelah," kata Tito.
Ia menyatakan Papua Selatan bakal mengambil sebagian daerah Provinsi Papua, yaitu Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Merauke.
"Kalau ada kota Merauke, maka oke. Papua Selatan hampir tidak ada masalah termasuk Gubernur Pak Lukas Enembe tidak ada masalah," jelasnya.
Mantan Kapolri itu memastikan pemekaran dua provinsi Papua tak terhambat moratorium yang diterapkan Jokowi sejak 2014. "Prinsipnya Pak Presiden sampaikan moratorium, tapi mungkin akan ditindaklanjuti karena ada aspirasi dan kekhususan di Papua," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)