Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.008 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Rabu (30/10), Rp14.044 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, peso Filipina menguat 0,39 persen, won Korea menguat 0,37 persen, yuan China 0,13 persen, dan yen Jepang 0,42 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Federal Reserve AS memangkas suku bunga dana acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen, seperti yang diharapkan pasar," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (31/10).
Kemudian, bank sentral AS juga mengisyaratkan bahwa mereka mungkin menghentikan rencana kenaikan suku bunga di masa depan. Merespons dari tindakan The Fed.
Selain itu, rilis data ekonomi China yang mengecewakan juga menjadi sentimen pelemahan rupiah.
"Kontraksi aktivitas manufaktur China pada Oktober menandai kontraksi selama enam bulan beruntun," kata Ibrahim.
Sementara dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan perekonomian fundamental Indonesia masih cukup untuk menghadapi tekanan krisis global akibat ketidakjelasan perang dagang antara AS dan China, serta brexit yang menyebabkan perekonomian diberbagai negara menjadi tidak stabil.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)