Sentimen The Fed Kerek Rupiah ke Rp14.028 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 16:38 WIB
Sentimen The Fed Kerek Rupiah ke Rp14.028 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.028 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Senin (28/10) sore. Kurs tersebut menguat 0,07 persen dibandingkan perdagangan Jumat (25/10) lalu, Rp14.037 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.023 per dolar AS atau menguat dibanding posisi Jumat (25/10), Rp14.064 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.018-Rp14.028 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,21 persen, rupee India 0,19 persen, dan peso Filipina 0,19 persen.


Kemudian, dolar Taiwan menguat 0,08 persen, dolar Singapura 0,07 persen, yuan China 0,04 persen, dan ringgit Malaysia 0,01 persen.

Di sisi lain, yen Jepang melemah 0,01 persen. Hal sama juga terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,03 persen, dan bath Thailand 0,09 persen.

Di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS di antaranya dolar Australia menguat 0,1 persen, euro 0,1 persen, dan poundsterling Inggris 0,04 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan sentimen positif dari isu pemangkasan suku bunga The Fed untuk ketiga kalinya pada tahun ini.

"Fokus pasar akan bergeser ke pertemuan Fed yang berakhir 30 Oktober dan pertemuan Bank of Japan yang berakhir 31 Oktober," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/10).

Selain itu, ia berpendapat isu perjanjian perdagangan antara AS dan China juga menghasilkan sentimen positif terhadap rupiah. Pada Jumat (25/10) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan antara Cina dan AS berjalan sangat baik.

Dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan peran pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang akan melakukan reformasi total di perpajakan dan perijinan untuk menambah pendapatan negara akan menambah daya dorong perekonomian, dan memberikan sentimen positif.

"Di samping itu presiden Jokowi juga sudah menginstruksikan para menterinya untuk kembali melakukan reformasi birokrasi sehingga modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan esok hari, rupiah akan akan condong menguat di level Rp13.998 sampai dengan Rp14.040 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)