Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.023 per dolar AS atau menguat dibanding posisi Jumat (25/10), Rp14.064 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp14.018-Rp14.028 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,21 persen, rupee India 0,19 persen, dan peso Filipina 0,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Menguat ke Level 6.252 pada Awal Pekan |
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan sentimen positif dari isu pemangkasan suku bunga The Fed untuk ketiga kalinya pada tahun ini.
"Fokus pasar akan bergeser ke pertemuan Fed yang berakhir 30 Oktober dan pertemuan Bank of Japan yang berakhir 31 Oktober," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/10).
Dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan peran pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang akan melakukan reformasi total di perpajakan dan perijinan untuk menambah pendapatan negara akan menambah daya dorong perekonomian, dan memberikan sentimen positif.
"Di samping itu presiden Jokowi juga sudah menginstruksikan para menterinya untuk kembali melakukan reformasi birokrasi sehingga modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan esok hari, rupiah akan akan condong menguat di level Rp13.998 sampai dengan Rp14.040 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)