Sebelumnya, jebakan pendapatan menengah merupakan suatu kondisi di mana suatu negara mampu meningkatkan pendapatan per kapita penduduknya ke tingkat menengah tetapi kesulitan untuk mengerek pendapatan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi untuk menjadi negara maju.
"Kita (Indonesia) memiliki pasar besar baik dari sisi jumlah penduduk maupun daya beli, karena masyarakat yang berpendapatan menengah sekarang naik sangat drastis sekali," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, nikel yang akan nantinya dijadikan pemicu untuk industri baterai yang akan digunakan dalam pembangunan industri mobil listrik," jelasnya.
Kerek Kualitas SDM
Kendati demikian, Jokowi mengingatkan kunci dari lompatan pendapatan penduduk Indonesia adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Terlebih, Indonesia hanya bisa menikmati bonus demografi pada periode 2015-2035.
Dalam hal ini, tidak hanya oleh Kementerian Kesehatan tetapi juga perlu melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian hingga Kementerian Sosial.
Lebih lanjut, Jokowi juga menekankan pengembangan SDM yang siap kerja, berwirausaha, dan mampu merespons kebutuhan pasar tenaga kerja.
Oleh karena itu, ia berpesan agar Balai Latihan Kerja (BLK) mampu meningkatkan relevansinya di dunia kerja. Dalam hal ini, peserta yang dididik harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang menunjang dunia kerja.
"Kita (Indonesia) tahun depan memiliki kartu pra kerja, tolong disiapkan dari sekarang sehingga Januari sudah betul-betul (on) kartu pra kerja kita," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)