Jokowi Yakin RI Bisa Keluar dari Jebakan Kelas Menengah

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 07:39 WIB
Jokowi Yakin RI Bisa Keluar dari Jebakan Kelas Menengah Jokowi yakin Indonesia punya peluang besar untuk keluar dari jebakan kelas menengah. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini potensi Indonesia untuk keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap) sangat besar. Pasalnya, Indonesia memiliki ukuran pasar yang besar.

Sebelumnya, jebakan pendapatan menengah merupakan suatu kondisi di mana suatu negara mampu meningkatkan pendapatan per kapita penduduknya ke tingkat menengah tetapi kesulitan untuk mengerek pendapatan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi untuk menjadi negara maju.

"Kita (Indonesia) memiliki pasar besar baik dari sisi jumlah penduduk maupun daya beli, karena masyarakat yang berpendapatan menengah sekarang naik sangat drastis sekali," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/10).


Ia menyebut, secara nominal, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menduduki peringkat 15-16 terbesar di dunia. Apabila dihitung berdasarkan PDB yang telah disesuaikan dengan paritas daya beli, Indonesia menduduki peringkat 7 di dunia.

"Artinya, kekuatan ekonomi kita memang patut diperhitungkan karena daya beli masyarakat terus meningkat," tuturnya.

Selain itu, optimisme Jokowi juga didukung oleh besarnya sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong industrialisasi.

"Misalnya, nikel yang akan nantinya dijadikan pemicu untuk industri baterai yang akan digunakan dalam pembangunan industri mobil listrik," jelasnya.

Kerek Kualitas SDM

Kendati demikian, Jokowi mengingatkan kunci dari lompatan pendapatan penduduk Indonesia adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Terlebih, Indonesia hanya bisa menikmati bonus demografi pada periode 2015-2035.

Untuk itu, kualitas kesehatan dan pendidikan harus ditingkatkan. Menurutnya, meski sektor kesehatan mendapatkan anggaran besar, upaya peningkatan kualitasnya belum dilakukan secara sinergis antar kementerian/lembaga terkait.

Dalam hal ini, tidak hanya oleh Kementerian Kesehatan tetapi juga perlu melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian hingga Kementerian Sosial.

Lebih lanjut, Jokowi juga menekankan pengembangan SDM yang siap kerja, berwirausaha, dan mampu merespons kebutuhan pasar tenaga kerja.

Oleh karena itu, ia berpesan agar Balai Latihan Kerja (BLK) mampu meningkatkan relevansinya di dunia kerja. Dalam hal ini, peserta yang dididik harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang menunjang dunia kerja.

"Kita (Indonesia) tahun depan memiliki kartu pra kerja, tolong disiapkan dari sekarang sehingga Januari sudah betul-betul (on) kartu pra kerja kita," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)