Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan setelah melakukan percakapan yang sangat baik dengan para produsen mobil di Uni Eropa, Jepang, dan negara lainnya, AS kemungkinan tidak akan memaksakan tarif baru pada mobil impor.
"Harapan kami adalah negosiasi yang kami lakukan dengan masing-masing perusahaan mengenai rencana investasi modal mereka akan menghasilkan cukup banyak, sehingga mungkin tidak diperlukan (tarif baru)," ujarnya kepada Bloomberg Tv, seperti dilansir AFP, Senin (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, setelah menunda langkah tersebut pada Mei lalu, Trump menuturkan akan memutuskan tarif baru pada pertengahan November. Kebijakan tersebut sempat mengkhawatirkan produsen mobil terbesar di Uni Eropa, Jerman.
Lihat juga:Kilau Saham Nikel di Tengah Larangan Ekspor |
Tahun lalu, AS juga memberlakukan tarif tinggi pada produk baja dan aluminium buatan Uni Eropa.
Sementara, dengan Korea Selatan, AS mencapai kesepakatan dagang, di mana Korsel berjanji untuk membuka pasar otomotifnya kepada produsen mobil AS. Sedangkan, dengan rekan dagang Jepang, AS masih melakukan pembahasan lebih lanjut.
[Gambas:Video CNN] (afp/bir)