Kepala BPS Suhariyanto memperkirakan penurunan tersebut masih akan berlanjut hingga kuartal IV 2019. Ia memperkirakan ITB pada akhir tahun sebesar 104,79.
"Kondisi bisnis masih tumbuh, tetapi dengan optimisme yang lebih rendah dibandingkan dengan kuartal III 2019," ucap Suhariyanto, Selasa (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendapatan usaha indeks 106,92 lalu penggunaan kapasitas produksi sebesar 107,56, dan rata-rata jumlah jam kerja 101,51," katanya.
Lebih lanjut Suhariyanto menyatakan penurunan optimisme pengusaha ini sejalan dengan merosotnya optimisme konsumen. Tercatat, indeks tendensi konsumen (ITK) kuartal III 2019 sebesar 101,3 atau turun dari kuartal sebelumnya yang mencapai 125,68.
[Gambas:Video CNN]
Hanya saja, Suhariyanto tetap mengklaim secara umum konsumen merasakan ada perbaikan kondisi ekonomi di dalam negeri. Perbaikan itu dipengaruhi oleh inflasi yang dinilai masih terkendali.
"Ini membuat konsumsi rumah tangga tak terpengaruh," kata Suhariyanto.
Konsumsi rumah tangga sepanjang kuartal III 2019 tercatat tumbuh 5,01 persen. Realisasi itu naik tipis dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 5 persen, tetapi melambat dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,17 persen.