Khawatir 'Dijajah' Produk China, India Emoh Teken RCEP

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 20:30 WIB
Khawatir 'Dijajah' Produk China, India Emoh Teken RCEP Ilustrasi perdagangan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah India memutuskan untuk tidak menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). RCEP merupakan kesepakatan perdagangan bebas yang melibatkan 10 negara ASEAN dengan enam mitra lain, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, China dan Selandia Baru.

Vijay Thakur Singh, seorang pejabat senior di kementerian luar negeri India menyatakan keputusan diambil demi melindungi petani dan pengusaha lokal. India khawatir keterlibatan India nantinya bisa membuat pasar dalam negeri mereka dibanjiri barang-barang China serta produk-produk pertanian dan susu dari negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru
"India memiliki masalah signifikan dengan kepentingan inti yang masih belum terselesaikan. Penandatanganan perjanjian bisa berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian semua orang India, terutama bagian masyarakat yang rentan"katanya seperti dikutip dari CNN.com, Selasa (5/11).

China dan 14 negara lainnya sepakat untuk melanjutkan dan menandatangani perjanjian RCEP pada tahun depan.
Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan negara tersebut, RCEP secara signifikan akan meningkatkan prospek pertumbuhan masa depan kawasan dan berkontribusi positif terhadap ekonomi global, sekaligus berfungsi sebagai pilar pendukung sistem perdagangan multilateral yang kuat dan promosi pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

"Kami menyambut baik laporan yang disampaikan oleh para menteri tentang hasil negosiasi RCEP yang dimulai pada 2013. Kami memahami 15 negara yang berpartisipasi dalam RCEP telah menyepakati negosiasi berbasis teks untuk 20 bab dan semua isu akses pasar maupun legal scrubbing yang ditugaskan kepada mereka untuk mulai ditandatangani pada tahun 2020," kata pernyataan bersama tersebut seperti dikutip dari website Sekretariat Kabinet.


Terkait India, diakui dalam pernyataan bersama itu, memiliki masalah luar biasa yang signifikan yang masih belum terselesaikan. Namun semua negara RCEP akan bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling menguntungkan.

[Gambas:Video CNN] (CNN.com/agt)