Turuti Jokowi, Menko Airlangga Kaji Penurunan Bunga KUR

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 09:31 WIB
Turuti Jokowi, Menko Airlangga Kaji Penurunan Bunga KUR Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku akan menggodok kembali formula Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Upaya tersebut dilakukan demi membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendapatkan akses modal usaha dengan bunga murah.

"Kami mau menurunkan (tingkat bunga KUR). Prinsipnya, jumlah (penyaluran) diperbanyak, saluran diperluas, interest diturunkan. Tapi ini kami akan bahas dulu," ungkap Airlangga, Senin (11/11) malam.

Sebelumnya, kepala negara meminta agar subsidi bunga KUR ditingkatkan. Penurunan ia minta demi membantum UMKM.


Selain itu, orang nomor satu di Indonesia itu juga ingin KUR banyak menyasar sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan lainnya.

"Subsidi sekarang bunganya berapa? 7 persen, mau diturunkan ke 6 persen, tapi menurut saya jumlahnya masih kurang. Saya minta tahun depan bisa ditingkatkan dua kali lipat," kata Jokowi.

Kemudian, ia juga ingin agar penerima KUR bisa diperluas dengan kerja sama UMKM yang ada di masing-masing kementerian/lembaga. Tak ketinggalan, ia juga ingin penyaluran KUR turut melibatkan para Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta.

Menurut Jokowi, saat ini kementerian/lembaga, BUMN, dan swasta sebenarnya memiliki program pemberdayaan UMKM masing-masing. Sayangnya, program itu tidak disinergikan, sehingga dampaknya tidak terasa secara besar.

"Misalnya, BUMN ada dari PNM hingga Mekar. Di Kementerian Keuangan ada Ultra Mikro (UMi). Ini tersebar di mana-mana, tidak fokus, tidak terkoordinasi, dan terkonsolidasi, sehingga hasilnya kurang 'nendang' begitu," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Oleh karena itu, ia ingin ke depan program pemberdayaan UMKM bisa lebih disinergikan antar kementerian/lembaga, BUMN, hingga swasta. Tak ketinggalan, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia agar bisa menjadi 'mak comblang' antara UMKM dan investor.

"Saya sudah sampaikan ke Kepala BKPM agar setiap ada investasi itu digandeng perusahaan lokal, UMKM dikawinkan, sehingga pengusaha lokal dapatkan manfaat dari investasi di sebuah daerah. Misalnya, di pembangunan jalan tol, bandara, beri ruang untuk pengusaha kecil dalam sistem rantai pasok. Jangan sampai prioritas kepada brand asing, ini kebalik," ujarnya. (uli/agt)