Kemendag Belum Temukan Importir Cangkul Ilegal dari China

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 17:13 WIB
Kemendag Belum Temukan Importir Cangkul Ilegal dari China Ilustrasi. (istock/Piyawit Kamput).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum mendapatkan data detail terkait identitas pengusaha yang diduga melakukan impor cangkul secara ilegal. Pemerintah masih melakukan investigasi mengenai hal tersebut.

"Kami belum ada laporan detail," ucap Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Rabu (13/11).

Kementerian Perdagangan sebelumnya menduga banyak impor cangkul yang dilakukan secara ilegal. Lembaga itu mengaku hanya memberikan satu kali izin impor perkakas tangan pada 2019.


Kementerian Perdagangan menemukan ribuan impor cangkul ilegal di Surabaya, Jawa Timur, Tangerang, dan Banten. Cangkul itu diduga masuk dari China.

Kendati belum menemukan identitas perusahaan yang melakukan impor secara ilegal, Agus bilang pihaknya siap memberikan rekomendasi pencabutan izin usaha terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

"Apabila ada yang melanggar ya kami cabut. Izinnya yang melanggar (aturan) itu kami cabut," terang dia.

Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menduga pemerintah bisa 'kebobolan' impor cangkul ilegal lantaran kekurangan pengawas di lapangan. Namun, ia mengaku masih menyelidiki detail terkait fenomena ini.

"Mungkin ini bisa karena dampak post border, tapi ini sedang kami dalami. Tapi pelaku usaha ilegal kan memang masuknya dari mana saja tidak tahu," kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh CNNIndonesia.com, selama periode 2015-2019, Indonesia setiap tahunnya selalu mengimpor cangkul dan garukan kebun.

Khusus Januari-September 2019, impor cangkul dan garukan kebun mencapai 268,26 ton atau melonjak hampir 3,5 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, 78,1 ton.

Secara nilai, selama sembilan bulan pertama tahun ini, impor perkakas tersebut mencapai US$101,69 ribu atau melonjak tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, US$33,89 ribu.

Berdasarkan negara, selama periode 2015-2018, impor cangkul dan garukan kebun seluruhnya berasal dari China. Pada periode Januari-September 2019, 99 persen impor alat pertanian itu berasal dari China. Sisanya, impor senilai US$65 berasal dari Jepang.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa heran terhadap impor cangkul yang marak dilakukan oleh sejumlah industri. Ia bahkan mencibir keuntungan yang diperoleh negara pengekspor cangkul dari aktivitas impor yang dilakukan.

"Puluhan ribu-ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang, benar cangkul harus impor. Enak banget itu negara yang barangnya kita impor," tutur Jokowi beberapa waktu lalu.
(aud/sfr)