Pernyataan OPEC Angkat Harga Minyak ke US$62,37 per Barel

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 07:35 WIB
Pernyataan OPEC Angkat Harga Minyak ke US$62,37 per Barel Ilustrasi. (ANTARA FOTO/HO/Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia bangkit (rebound) pada perdagangan Rabu (13/11). Penguatan ditopang oleh pernyataan positif Gubernur The Fed Jerome Powell terkait ekonomi Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, harga minyak mentah berjangka Brent naik tipis US$0,31 atau 0,5 persen ke level US$62,37 per barel. Kemudian, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,32 menjadi US$57,12 per barel.

"Minyak menguat dipicu kesaksian Powell yang menekankan pertumbuhan (ekonomi AS) dan pemeliharaan suku bunga rendah," ungkap Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch di Galena, Illinois, dalam sebuah laporan, dikutip Kamis (14/11).


Powell optimistis dampak penurunan suku bunga acuan The Fed akan berpengaruh positif pada ekonomi AS ke depannya. "Prospek tetap menguntungkan," terang Powell.

Di samping itu, kebangkitan harga minyak kemarin juga dipengaruhi oleh pernyataan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang menyatakan bahwa mereka tak melihat sinyal resesi global akan terjadi. Mereka menyatakan produksi minyak serpih AS akan tumbuh lebih tinggi dari yang diperkirakan 2020 mendatang.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan fundamental ekonomi global tetap kuat. Oleh karena itu, ia percaya AS dan China akan segera mencapai kesepakatan perdagangan.

"Itu hampir akan menghilangkan awan gelap yang telah melanda ekonomi global," ucap Barkindo.

Hanya saja, Barkindo enggan membocorkan terkait kebijakan pengurangan produksi minyak dari anggota OPEC yang akan diputuskan bulan depan. Hal yang pasti, kata dia, sejumlah perusahaan minyak AS memproyeksi produksi tahun depan hanya meningkat 0,3 sampai 0,4 juta barel per hari.

[Gambas:Video CNN]
Angka itu diklaim Barkindo di bawah ekspektasi analis. Jika proyeksi tersebut benar, maka akan mengurangi risiko kelebihan pasokan minyak pada 2020.

Di sisi lain, Badan Informasi Energi AS (EIA) meramalkan produksi minyak AS mencapai rekor 13 juta barel per hari bulan ini dan berpotensi tumbuh lebih dari yang diharapkan pada 2019 dan 2020.

Sebagai informasi, harga minyak tertekan pada perdagangan Selasa (12/11). Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent turun US$0,12 ke level US$62,06 per barel danWTI melemah US$0,06 menjadi US$56,8.
(aud/agt)