Jokowi soal Ahok Masuk BUMN: Bisa Komisaris atau Direksi

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 11:51 WIB
Jokowi soal Ahok Masuk BUMN: Bisa Komisaris atau Direksi Jokowi dan Ahok saat keduanya menjabat sebagai pimpinan DKI Jakarta. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisyaratkan kepastian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk ke salah satu perusahaan BUMN. Namun, ia belum memastikan posisi Ahok sebagai komisaris atau direksi.

Yang pasti, Jokowi menuturkan, Ahok masih mengikuti proses seleksi. "Bisa dua-duanya. Ini pakai proses seleksi. Masih dalam proses," kata Jokowi saat ditanya kabar Ahok masuk di salah satu perusahaan BUMN, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11).

Jokowi lantas menyinggung kinerja Ahok selama ini. Namun, ia belum tahu posisi yang akan ditempati Ahok. Saat disinggung Ahok merupakan rekomendasi dirinya, Jokowi pun tak menjawab tegas.

"Kita tahu kinerjanya. Nanti penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," terang dia.

Saat disinggung Ahok akan mengisi jabatan di PT Pertamina (Persero), Jokowi juga enggan menjawab. Ia meminta masalah teknis penempatan untuk ditanya langsung kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

"Tanyakan ke Menteri BUMN. Itu sangat teknis, tanyakan ke menteri BUMN," tuturnya.

Sempat berhembus kabar Ahok akan duduk di kursi pimpinan di PT PLN (Persero). Namun, kepada CNNIndonesia.com, Ahok mengaku juga diajak bicara mengenai PT Krakatau Steel (Persero), dan PT Sarinah Persero. Di luar daftar BUMN yang saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Yaitu, Bank Mandiri, BTN, PLN, dan Inalum.
[Gambas:Video CNN]


(fra/bir)