Ahok Akan Jadi Bos, Saham BUMN Kompak Melemah

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 13:23 WIB
Ahok Akan Jadi Bos, Saham BUMN Kompak Melemah Ilustrasi IHSG. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut bakal ditunjuk menjadi bos BUMN. Kabar muncul usai Ahok bertemu Menteri BUMN Erick Thohir Rabu (13/11).

Usai pertemuan, Ahok mengaku diminta Erick untuk ikut mengurusi BUMN.  Ia tidak menyebut BUMN mana yang ia akan urusi.

Tapi berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, saat Ahok menyatakan rencana penunjukan tersebut, empat kursi direktur utama BUMN memang tengah kosong.


BUMN tersebut adalah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero). Namun demikian, isu penunjukan tersebut tampaknya belum direspon positif di pasar. Beberapa saham perusahaan pelat merah yang berpotensi dipimpin Ahok justru bergerak lesu.

Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dibuka menguat ke posisi Rp310 per saham. Pada penutupan perdagangan Rabu (13/11) saham dengan kode KRAS itu terpantau koreksi 1,31 persen ke level Rp302.

Saat jeda perdagangan, saham Krakatau Stell turun 1,31 persen ke Rp302. Sejak awal tahun, saham Krakatau Steel sudah melemah 24,88 persen.

Selain KRAS, Ahok diprediksi akan menempati posisi penting pada PT Inalum (Persero). Untuk diketahui, Inalum sendiri merupakan holding BUMN pertambangan yang meliputi PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Ketiga saham itu, juga tak terangkat pada perdagangan hari ini. Saham Timah dibuka stagnan pada posisi Rp800 per saham.

[Gambas:Video CNN]
Pada perdagangan kemarin, saham Timah turun 1,25 persen ke level Rp790. Usai dibuka stagnan, saham dengan kode TINS itu justru koreksi 1,25 persen ke Rp790 pada sesi I. Sejak awal tahun, saham Timah berhasil menguat 4,64 persen.

Sementara itu, saham Bukit Asam terpantau tidak bergerak di level Rp2.550. Pada perdagangan kemarin, saham Bukit Asam turun 4,71 persen ke level Rp2.430.

Tak jauh berbeda dengan saham Timah, saham Bukit Asam juga melemah 4,71 persen ke 2.430 pada jeda perdagangan. Sejak awal tahun, saham dengan kode PTBA ini turun tajam 43,49 persen.

Lebih lanjut, Senada, saham Antam terpantau stagnan di level Rp820 per saham. Pada perdagangan kemarin, saham Antam melemah 1,83 persen ke posisi Rp805.

Setelah dibuka stagnan, saham dengan kode ANTM itu berada di zona merah dengan turun 1,83 persen ke Rp805 per saham.

Di sisi lain, saat ini terdapat dua perusahaan pelat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta tidak memiliki direktur utama. Keduanya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk.

Saham Bank Mandiri dibuka stagnan di posisi Rp6.875 per saham. Pada perdagangan kemarin, saham Mandiri turun 1,82 persen ke Rp6.750.

Setelah dibuka stagnan, saham Mandiri juga turun 1,82 persen ke Rp6.750.

Sedangkan, Saham Bank BTN dibuka stagnan di level Rp1.840 per saham. Pada perdagangan kemarin, saham BTN turun 0,54 persen ke Rp1.830 per saham.

Usai tak bergerak, saham BTN melemah 0,54 persen ke Rp1.830 per saham. Di luar perusahaan pelat merah yang tercatat di bursa, Ahok disebut berpeluang memimpin PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

(ulf/agt)