Utang Orang Amerika Tembus US$14 Triliun

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 15:42 WIB
Utang Orang Amerika Tembus US$14 Triliun Ilustrasi orang Amerika. (AFP/Apu Gomes).
Jakarta, CNN Indonesia -- Utang konsumsi orang Amerika Serikat (AS) tembus US$14 triliun pada kuartal ketiga tahun ini. Utang itu terdiri dari kredit pemilikan rumah (KPR), utang kartu kredit, kredit pendidikan, dan utang konsumsi lainnya.

Mengutip CNN.com, Kamis (14/11), utang konsumsi rumah tangga Amerika tersebut lebih tinggi US$1,3 triliun dari level tertingginya pada masa krisis 2008 silam atau bertumbuh 10,2 persen dibandingkan US$12,7 triliun.

Bila dirinci, KPR menjadi bagian terbesar dari utang orang Amerika, yaitu sebanyak US$9,44 triliun. Jumlah itu tercatat tumbuh 0,3 persen atau US$31 miliar dibanding kuartal sebelumnya.

Namun, dari sisi pertumbuhan, Federal Reserve mengungkap kredit pendidikan meningkat 1,4 persen menjadi US$1,5 triliun, diikuti oleh utang kartu kredit US$13 miliar pada kuartal ketiga tahun ini.

The Federal Reserve mengatakan semua utang tersebut, terutama kartu kredit dan KPR, telah menopang belanja konsumsi Amerika. Namun, Gubernur The Fed Jerome Powell mengingatkan utang tetap akan menjadi ancaman ketika resesi datang, dan jumlah pengangguran meningkat.

Peter Boockvar, Kepala Investasi Bleakley Advisory Group mengingatkan utang rumah tangga relatif tinggi dibandingkan pendapatan. Bahkan, dibandingkan periode 1980 - 1990an. Walaupun, skala ekonomi Amerika saat ini jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ini artinya, ia melanjutkan kemungkinan Amerika dapat menangani jumlah utang yang tinggi. "Rasio utang rumah tangga terhadap PDB mencapai 76 persen selama kuartal kedua. Itu jauh di bawah puncaknya 100 persen pada 2009," katanya.

Lebih ekstrem, Boockvar mengibaratkan peringatan Powell tentang peningkatan utang AS seperti mendengarkan celoteh seorang bartender yang membagikan minuman sepanjang malam, lalu pada akhirnya menanyakan alasan orang mabuk.

Sekadar mengingatkan, Amerika sendiri menjaga tren suku bunga rendah, sejak The Fed memangkas bunga acuan dalam tiga pertemuan berturut-turut. Kebijakan pelonggaran moneter ini dimaksudkan untuk melawan perlambatan ekonomi di dalam negeri dan luar negeri.

Di sisi lain, pemangkasan bunga acuan membuat bunga kredit menjadi lebih murah, baik bagi rumah tangga maupun pelaku usaha. Sederhananya, uang murah. Pada akhirnya, uang murah ini diproyeksi akan mendorong tren utang menjadi lebih tinggi.

"Data menunjukkan rumah tangga mengambil keuntungan dari kondisi bunga rendah untuk mengamankan kredit," imbuh Donghoon Lee, Periset The Fed di New York.
[Gambas:Video CNN]
Debitur Nakal

The Fed melansir tingkat kepatuhan membayar utang terus memburuk. Kredit macetnya mencapai 4,8 persen dari jumlah utang kuartal ketiga atau naik dibanding kuartal sebelumnya. Secara nilai, US$667 miliar utang yang belum dibayarkan, serta US$424 miliar utang yang masuk kategori terlambat bayar selama 90 hari.

Jika dirinci, rasio kredit bermasalah di kredit pendidikan terus mendaki. Sekitar 11 persen dari US$1,5 triliun kredit pendidikan masuk kategori menunggak 90 hari.

The Fed melansir jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan kredit pendidikan yang bermasalah pada 2004 silam.


(bir)