Mengutip CNN.com, Kamis (14/11), utang konsumsi rumah tangga Amerika tersebut lebih tinggi US$1,3 triliun dari level tertingginya pada masa krisis 2008 silam atau bertumbuh 10,2 persen dibandingkan US$12,7 triliun.
Bila dirinci, KPR menjadi bagian terbesar dari utang orang Amerika, yaitu sebanyak US$9,44 triliun. Jumlah itu tercatat tumbuh 0,3 persen atau US$31 miliar dibanding kuartal sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini artinya, ia melanjutkan kemungkinan Amerika dapat menangani jumlah utang yang tinggi. "Rasio utang rumah tangga terhadap PDB mencapai 76 persen selama kuartal kedua. Itu jauh di bawah puncaknya 100 persen pada 2009," katanya.
Sekadar mengingatkan, Amerika sendiri menjaga tren suku bunga rendah, sejak The Fed memangkas bunga acuan dalam tiga pertemuan berturut-turut. Kebijakan pelonggaran moneter ini dimaksudkan untuk melawan perlambatan ekonomi di dalam negeri dan luar negeri.
Di sisi lain, pemangkasan bunga acuan membuat bunga kredit menjadi lebih murah, baik bagi rumah tangga maupun pelaku usaha. Sederhananya, uang murah. Pada akhirnya, uang murah ini diproyeksi akan mendorong tren utang menjadi lebih tinggi.
"Data menunjukkan rumah tangga mengambil keuntungan dari kondisi bunga rendah untuk mengamankan kredit," imbuh Donghoon Lee, Periset The Fed di New York.
[Gambas:Video CNN]
Debitur Nakal
The Fed melansir tingkat kepatuhan membayar utang terus memburuk. Kredit macetnya mencapai 4,8 persen dari jumlah utang kuartal ketiga atau naik dibanding kuartal sebelumnya. Secara nilai, US$667 miliar utang yang belum dibayarkan, serta US$424 miliar utang yang masuk kategori terlambat bayar selama 90 hari.
Jika dirinci, rasio kredit bermasalah di kredit pendidikan terus mendaki. Sekitar 11 persen dari US$1,5 triliun kredit pendidikan masuk kategori menunggak 90 hari.
The Fed melansir jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan kredit pendidikan yang bermasalah pada 2004 silam. (bir)