Kena Sentimen Negatif, Rupiah Keok ke Rp14.088 per Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 16:31 WIB
Kena Sentimen Negatif, Rupiah Keok ke Rp14.088 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.088 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Kamis (14/11) sore. Kurs mata uang garuda tercatat melemah 9 poin atau 0,06 persen dibandingkan perdagangan Rabu (13/11) lalu, yakni Rp14.079 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.098 per dolar AS yang juga melemah dibandingkan posisi rabu (13/11), yakni Rp14.082 per dolar AS. Sepanjang hari, nilai tukar rupiah bergerak di level Rp14.082,5 hingga Rp14.104 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, peso Filipina menguat 0,27 persen, rupee India 0,19 persen, yen Jepang 0,16 persen, dan baht Thailand 0,11 persen.


Selanjutnya, yuan China menguat 0,04 persen. Dolar Hong Kong juga menguat tipis 0,01 persen. Sementara pelemahan terjadi pada lira Turki sebesar 0,68 persen, won Korea 0,19 persen dan ringgit Malaysia sebesar 0,06 persen. Sementara, dolar Singapura stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.


Di negara maju, mayoritas nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris melemah sebesar 0,10 persen, dolar Australia 0,56 persen, dan dolar Kanada melemah sebesar 0,08. Penguatan hanya dialami euro sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen negatif dari kekhawatiran pasar terhadap kondisi kesepakatan dagang AS dan China.

"Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China "dekat," tetapi tidak memberikan rincian dan memperingatkan bahwa ia akan menaikkan tarif "secara substansial" pada barang-barang Cina jika tidak ada kesepakatan," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/11).

Sementara dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan sentimen positif datang dari isu perencananaan pengangkatan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menjadi bos BUMN yang mendapat reaksi positif dari pasar dan menahan laju pelemahan rupiah.
(ara/sfr)