Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau yen Jepang menguat 0,07 persen, baht Thailand 0,04 persen, lira Turki 0,02 persen, dan dolar Singapura 0,01 persen.
Tapi pelemahan juga terjadi atas sejumlah mata uang Asian. Won Korea melemah sebesar 0,53 persen, ringgit Malaysia 0,22 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar Australia dan dolar Kanada terpantau melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,09 dan 0,02 persen. Penguatan hanya terjadi pada poundsterling Inggris sebesar 0,08 persen.
Menurut Ariston, hal tersebut bersumber dari pidato Presiden AS Donald Trump semalam. Dalam pidato tersebut, Trump memberikan sinyal bahwa AS akan bersikap keras terhadap China dalam perundingan dagang.
"Dalam artian bahwa AS tidak akan bersepakat dengan China, bila AS tidak diuntungkan dari kesepakatan tersebut," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/11).
Dengan demikian, Ariston berpendapat negosiasi AS dan China tidak akan berjalan mudah untuk menuju kesepakatan perjanjian dagang.
"Hal ini mungkin bisa menjadi penekan rupiah terhadap dollar AS," ungkapnya. Lebih lanjut, Ariston mengatakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.020 hingga Rp14.100 pada hari ini.[Gambas:Video CNN] (ara/agt)