Gaet Citigroup, Google Sulap Google Pay Jadi Rekening Giro

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 17:43 WIB
Gaet Citigroup, Google Sulap Google Pay Jadi Rekening Giro Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agnes Savithri).
Jakarta, CNN Indonesia -- Google dikabarkan akan menambah fungsi Google Pay dari sekadar dompet digital untuk sistem pembayaran aplikasi menjadi rekening giro bank. Kabarnya, Google akan mulai menawarkan fungsi rekening itu mulai tahun depan.

Sumber yang mengetahui rencana ini mengabarkan perusahaan jasa internet asal Amerika Serikat (AS) itu tengah mematangkan rencana tersebut. Namun, perusahaan dikabarkan tidak akan mengurus sendiri Google Pay ke depan.

Untuk memuluskan misinya, Google akan menggandeng Citigroup, perusahaan jasa keuangan multinasional yang berkantor di AS dan serikat pengkaji kredit dari Universitas Stanford. Kabarnya, mereka akan ditunjuk sebagai pihak yang nantinya mengelola dan menawarkan fungsi rekening Google Pay kepada pelanggan.


Namun, Google belum memutuskan apakah akan mengenakan biaya administrasi atas fungsi baru Google Pay ke depan.

"Kami sedang menjajaki bagaimana kami dapat bermitra dengan bank dan serikat kredit di AS untuk menawarkan rekening giro cerdas melalui Google Pay," ungkap juru bicara perusahaan seperti dikutip dari CNN.com, Kamis (14/11).

Rencananya, dana yang tersimpan dalam rekening Google Pay akan mendapat jaminan asuransi juga. Google dikabarkan akan menggandeng Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dan National Credit Union Administration (NCUA), lembaga asuransi simpanan di AS.

Peneliti Ekuitas sekaligus Direktur Pelaksana Wedbush Securities Dan Ives menilai rencana Google merupakan langkah konkret yang dilakukan perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis. Khususnya ke bidang-bidang kebutuhan masyarakat, termasuk di sektor keuangan.

Tercatat, Google belum lama ini menawarkan jasa perangkat rumah pintar, yaitu Nest dan Google Assistant. Selain itu, perusahaan juga berencana masuk ke bidang kesehatan dengan berniat mengakuisisi fitbit, produsen perangkat dan teknologi kebugaran.

"Perusahaan memiliki posisi yang tak tertandingi dalam siklus hidup konsumen dan sekarang mereka mencoba untuk meningkatkan posisi mereka," kata Ives.

Kendati akan memperluas jaringan bisnis di bidang keuangan, namun rencana Google ini dinilai tidak serta merta memberi kekhawatiran bagi pelaku sektor keuangan lain. Misalnya, bank-bank besar berskala internasional.

Sebab, cepat atau lambat, perusahaan berbasis teknologi memang akan memasuki aneka sektor usaha. "Ini hanya ujung tombak dalam hal ke mana (perusahaan berbasis teknologi) akan pergi (menyasar sektor mana)," ujarnya.

Sebagai catatan, sejumlah perusahaan berbasis teknologi seperti Google memang tengah menapaki bisnis di sektor keuangan. Amazon, misalnya, perusahaan jasa internet multinasional asal AS itu disebut juga ingin menawarkan rekening giro kepada pelanggannya.

Lalu, Facebook, perusahaan jasa jejaring sosial yang berkantor di AS juga telah mengumumkan rencana mata uang virtual bernama Libra. Tak ketinggalan, Apple, perusahaan teknologi asal Negeri Paman Sam lainnya, telah bekerja sama dengan Goldman Sachs untuk meluncurkan kartu kredit dan memiliki Apple Pay sebagai dompet pembayaran digital bagi pelanggan.

[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)