Jadi Penampung Dana, Bank Muamalat Bidik Nasabah Fintech

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 20:20 WIB
Jadi Penampung Dana, Bank Muamalat Bidik Nasabah Fintech Ilustrasi Bank Muamalat. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membidik tambahan nasabah dari perusahaan teknologi berbasis jasa keuangan syariah (financial technology/fintech). Caranya, dengan menjadi penampung dana alias escrow bagi fintech, kemudian dimasukkan ke dalam rekening tabungan di Bank Mualamat.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan strategi ini bisa menambah jumlah nasabah bank syariah terbesar di Indonesia itu. Ia menyakini perkembangan fintech akan meningkat pesat dalam beberapa waktu ke depan.

Perkembangan tersebut, katanya, akan membuat nasabah fintech yang umumnya tergolong segmen mikro naik kelas menjadi nasabah segmen menengah dan besar.


"Saat ini mereka (nasabah fintech) belum bisa dijangkau bank karena pinjamannya kecil, tapi nanti kalau mereka sudah naik kelas, sudah besar, mereka akan 'dibuang' juga ke bank karena kebutuhan modal meningkat," ujar Permana di Muamalat Tower, Senin (15/4).


Menurut Permana, nasabah 'buangan' fintech nantinya merupakan nasabah yang bergerak di bidang usaha berorientasi ekspor. Sebab, kegiatan ekspor cenderung lebih cepat naik kelas karena volume produksi yang relatif lebih tinggi. Selain itu, menurut dia, nasabah yang bisa direbut dari fintech umumnya merupakan pelaku usaha yang akrab dengan perkembangan teknologi dan internet.

Sayangnya, ia enggan memberi estimasi jumlah fintech yang akan diajak kerja sama escrow. Selain itu, ia juga masih enggan memberi proyeksi terkait jumlah nasabah dan jumlah dana kelola yang bisa ditampung di rekening-rekening Bank Muamalat.

Namun, setidaknya, kata Permana, saat ini Bank Muamalat sudah mulai melakukan kerja sama escrow dengan salah satu fintech syariah di bidang pinjam meminjam (peer-to-peer lending), yaitu PT Ammana Fintek Syariah.

Kerja sama itu sudah ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar kedua belah pihak di Muamalat Tower, Jakarta, pada hari ini, Senin (15/4).


Penandatanganan dilakukan langsung oleh Permana dengan CEO sekaligus Founder Ammana Lutfi Adhiansyah. Dalam kerja sama ini, Bank Muamalat akan menjadi penampung dana yang berhasil dihimpun Ammana dari para investor atau peminjam dana, sebelum akhirnya dipinjamkan ke para penerima pinjaman.

Lutfi mengatakan kerja sama ini akan memperkuat pengembangan fintech syariah. Sebab, penghimpunan dana dilakukan di rekening bank syariah terbesar di Tanah Air, sehingga menambah kepercayaan investor atau peminjam dana.

Selain itu, penyimpanan dana tersebut nantinya bisa digunakan untuk perputaran kegiatan ekonomi yang lebih luas lagi, namun tetap berskema syairah.

Dengan begitu, dampaknya pada ekonomi syariah juga akan terasa. "Kami ingin nantinya juga mendorong agar segera terlahir bank syariah BUKU 3 dan 4 yang lebih banyak lagi. Selain itu, nanti bisa mendorong sektor riil dan inklusi keuangan syariah," katanya pada kesempatan yang sama.


Ammana saat ini memiliki sekitar 30 ribu nasabah dengan outstanding penyaluran pinjaman mencapai Rp30 miliar pada 2018. Secara umum, peminjam dana di Ammana merupakan pelaku usaha dengan kebutuhan modal usaha sebesar Rp5 juta per pelaku usaha.

Namun, perusahaan menargetkan jumlah nilai pinjaman pelaku usaha di Ammana akan terus meningkat guna mencapai target penyaluran pinjaman mencapai Rp100 miliar pada tahun ini.

[Gambas:Video CNN] (uli/lav)