Sebelumnya, pesawat jenis tersebut dilarang terbang di seluruh dunia sejak Maret 2019, pascakecelakaan penerbangan di Karawang (Indonesia) dan Bishoftu (Ethiopia).
"Kami berinteraksi setiap harinya dengan FAA (Badan Penerbangan Federal AS)... dan juga dengan para pembuat kebijakan di seluruh dunia [agar 737 MAX bisa terbang kembali]," ujar CEO Boeing, Stan Deal, dalam jumpa pers di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (16/11) seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu yang diumumkan itu dua bulan lebih lama dibandingkan target Boeing yakni Januari 2020.
[Gambas:Video CNN]
Deal mengatakan perusahaannya, Boeing, bisa mendapatkan lampu hijau dari para pembuat kebijakan setidaknya sebelum tahun 2019 berakhir.
Hal tersebut ditargetkan dengan harapan pada Januari mereka bisa memberikan pelatihan tambahan kepada para pilot soal operasi 737 MAX.
Tak boleh terbangnya 737 MAX itu sendiri menjadi krisis yang paling serius sepanjang 103 tahun berdirinya Boeing.