Boeing Disebut Sepakat Santuni 4 Keluarga Korban Lion Air

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 19:43 WIB
Boeing Disebut Sepakat Santuni 4 Keluarga Korban Lion Air Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing, produsen pesawat asal AS, disebut-sebut mencapai kesepakatan dengan empat keluarga korban kecelakaan dari total 189 korban meninggal dunia dalam peristiwa naas Lion Air JT-610 yang jatuh pada Oktober tahun lalu.

Klaim itu dilontarkan pengacara keluarga korban, Mark Lindquist dari Herrman Law Group, seperti dilansir CNN.com, Kamis (24/10).

"Kami mewakili 46 keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air, berhasil mencapai kesepakatan dengan empat keluarga korban. Negosiasi masih berlangsung untuk 42 keluarga korban lainnya," imbuh Lindquist.

Kendati demikian, ia tidak bisa memastikan kapan negosiasi dengan 42 keluarga korban lainnya akan rampung. Yang pasti, ia mendahulukan korban berstatus lajang, kemudian dilanjutkan dengan korban berstatus berpasangan dan mereka yang memiliki anak-anak.

"Kompensasi penuh dan adil pada korban dengan pasangan dan anak-anak. Kami harus melihat anak-anak yang akan tumbuh tanpa kehadiran orang tua mereka," terang dia.

Juru Bicara Boeing Peter Pedraza menyebut bahwa perusahaan tidak akan memberikan komentar terkait gugatan santunan korban Lion Air tersebut. "Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih," katanya.

Sebelumnya Firma hukum Wisner Flyod Wisner menyatakan telah menyelesaikan 11 dari 17 gugatan keluarga korban kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-Max 8. Disebutkan keluarga korban akan menerima setidaknya US$1,2 juta setara Rp16,8 miliar (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).
[Gambas:Video CNN]
Boeing Catat Untung 

Kendati dirundung tuntutan kecelakaan, Boeing masih mencatat keuntungan. Hingga kuartal ketiga ini, perusahaan membukukan laba US$855 juta. Padahal, pada kuartal sebelumnya, perusahaan merugi hingga US$3,7 miliar.

Kerugian Boeing terjadi akibat dua kecelakaan fatal pada dua pesawat jenis 737-Max 8 yang merenggut 346 korban meninggal dunia.

Karenanya, meski mencatat laba, sebetulnya laba tersebut masih melorot dibandingkan kuartal ketiga 2018 lalu yang sebesar US$1,9 miliar. Pendapatan perusahaan turun lebih dari separuh yang dihasilkannya pada kuartal III tahun ini.


(hns/bir)