WeWork Bakal PHK Massal Pekan Ini

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 13:43 WIB
WeWork Bakal PHK Massal Pekan Ini Ilustrasi co-working space (ruang kerja). (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- WeWork, perusahaan Amerika Serikat (AS) yang menawarkan ruang kerja bersama (co-working space) untuk perusahaan rintisan (startup), bakal menempuh langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada pekan ini. Keputusan PHK ini disampaikan oleh Marcelo Claure, Ketua Eksekutif WeWork.

Kabar PHK telah merebak di perusahaan selama dua bulan terakhir, persisnya setelah perusahaan urung melakukan penawaran saham perdana (IPO). Claure pun mengkonfirmasi berita PHK itu dalam surat elektronik yang diterima CNN.com, Selasa (19/11).

Menurut Claure, karyawan telah diberitahu berulang kali mengenai rencana efisiensi sumber daya manusia (SDM). Meski demikian, manajemen tidak merinci rencana PHK. PHK WeWork disebut akan menjadi sorotan tingginya risiko bekerja untuk perusahaan startup.

"Diperlukan penghapusan (posisi) pekerjaan dan akan dimulai sungguh-sungguh pada pekan ini di AS," ujar Claure dalam surelnya.

Berbagai media setempat menyebut kemungkinan 4.000 pekerjaan dipangkas. Namun, Claure menolak mengomentasi hal tersebut.

Dalam surel kepada karyawannya, Claure berjanji menekan angka PHK. Ia juga akan mempresentasikan rencana bisnis dalam lima tahun ke depan kepada dewan direksi, termasuk mengurangi bisnis yang bersifat spekulasi untuk mengakuisisi startup.

WeWork didirikan pada 2010 dan bermarkas di New York, AS. Pada akhir Oktober, Softbank mengambil kepemilikan mayoritas WeWork sebagai bagian dari kesepakatan untuk menyuntik modal US$5 miliar ke perusahaan, setelah urung melantai di bursa saham.

Padahal, Softbank sendiri merugi di WeWork. Softbank tercatat merugi pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir karena investasinya yang jumbo di startup teknologi, termasuk WeWork dan Uber.

CEO SoftBank Masayoshi Son mengakui kondisi keuangan kuartalan mereka 'mengerikan'. Ia mengakui telah mengambil pelajaran dari jatuhnya valuasi WeWork dan Uber yang memiliki masalah.

Son telah memaparkan apa yang salah dengan kondisi WeWork dan turut 'menyeret' keuangan SoftBank. Perusahaan asal Jepang ini harus menyelamatkan startup co-working space yang valuasinya jatuh.
[Gambas:Video CNN]


(bir)