Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.097 per dolar AS yang juga melemah dibandingkan posisi Selasa (19/11), yakni Rp14.091 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,20 persen, ringgit Malaysia 0,19 persen, rupee India 0,18 persen, dan peso Filipina 0,17 persen. Selanjutnya, yuan China dan lora Turki sama-sama terpantau melemah dengan nilai 0,13 persen, Dolar Singapura melemah 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan untuk kemajuan perdagangan hancur semalam oleh peringatan lain dari Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa ia mungkin akan menaikkan tarif lebih jauh jika pembicaraan gagal," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (20/11).
Terlebih, lanjut Ibrahim, ketegangan antara kedua belah pihak meningkat lebih jauh setelah Senat AS mengeluarkan dua RUU terkait Hong Kong yang mendukung para pedemo.
Lihat juga:Tiga Syarat Dapat Kartu Prakerja Jokowi |
Dari sisi domestik, Ibrahim mengatakan pelaku pasar akan mengarahkan fokusnya kepada kebijakan yang akan dibuat Bank Indonesia (BI) yang akan melakukan sidang dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 November.
Rencananya, Gubernur BI dan sejawat akan mengumumkan kebijakan suku bunga BI 7 Day RR pada Kamis besok (21/11).
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam transaksi Kamis (21/11) besok, rupiah kemungkinan masih akan melemah di kisaran Rp14.075 hingga Rp14.130 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN]