Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan laju IHSG dibayangi maraknya kasus gagal bayar institusi keuangan. Kondisi ini, lanjut dia, menganggu kepercayaan investor.
"Investor melakukan aksi jual saham-saham blue chip setelah salah satu fund manager dinyatakan bermasalah dan ditutup izin jual reksa dananya," ujar Lanjar dikutip dari risetnya, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan meramalkan IHSG bergerak loyo. Ia menilai investor masih memiliki kekhawatiran terhadap sentimen global meliputi kesepakatan dagang AS-China, konflik British Exit (Brexit), dan demo di Hong Kong.
[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, tak banyak sentimen positif yang mampu memberi tenaga pada laju IHSG. "Secara teknikal, IHSG mengindikasikan potensi pelemahan," ujarnya.
Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.023-6.047 dan resistance 6.100-6.129.
Kemarin, perdagangan IHSG terpantau melemah. Indeks ditutup di level 6.070 turun 29,48 poin atau 0,48 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,68 persen ke posisi 28.066, S&P 500 naik 0,75 persen ke level 3.133, dan Nasdaq Composite naik 1,32 persen menjadi 8.632. (ulf/bir)