Harga Emas Antam Stagnan di Rp744 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 09:13 WIB
Harga Emas Antam Stagnan di Rp744 Ribu per Gram Harga emas Antam dijual di kisaran Rp744 ribu per gram pada Jumat (29/11) atau stagnan dibandingkan kemarin. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp744 ribu per gram pada Jumat (29/11) atau stagnan dari Kamis (28/11). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang 'mandek' di Rp659.500 per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp396,5 ribu, 2 gram Rp1,43 juta, 3 gram Rp2,13 juta, 5 gram Rp3,54 juta, 10 gram Rp7,01 juta, 25 gram Rp17,43 juta, dan 50 gram Rp34,78 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp69,5 juta, 250 gram Rp173,5 juta, 500 gram Rp346,8 juta, dan 1 kilogram Rp693,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.463 per troy ons atau menguat 0,15 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot naik 0,05 persen ke US$1.457,02 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional akan sedikit terangkat jelang akhir pekan. Ia memperkirakan emas bergerak di kisaran harga US$1.451 per troy ons sampai US$1.462 per troy ons pada hari ini.

Menurutnya, sentimen positif pergerakan harga emas datang dari pengesahan UU Demokrasi Hong Kong oleh Presiden AS Donald Trump. Sebab, hal ini akan memancing reaksi dari China yang kemudian berpengaruh pada kelanjutan negosiasi perdamaian dagang kedua negara.

"Meskipun reaksi keras China terhadap persetujuan UU Demokrasi Hong Kong hanya sedikit mengangkat harga emas," tutur Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/11).

Kendati begitu, ia melihat potensi penguatan harga emas tidak cukup lebar karena ada sentimen libur panjang di Negeri Paman Sam. Libur Thanksgiving membuat perdagangan pasar komoditas akan tutup lebih cepat.
[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)