Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkap hingga saat ini perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan. Padahal, perekonomian global tengah tertekan.
Tercatat, pertumbuhan PDB pada triwulan III/2019 stabil sebesar 5,02 persen (YoY). Meskipun demikian, pertumbuhan tersebut sedikit melambat dari capaian kuartal sebelumnya yang masih bisa mencapai 5,05 persen (YoY).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kinerja ekspor di beberapa daerah membaik, termasuk ekspor manufaktur seperti otomotif dari Jawa dan besi baja dari Sulawesi. Kondisi perekonomian Indonesia masih dibebani oleh berlanjutnya ketegangan hubungan dagang AS-China. Ketegangan dua negara ini telah berdampak pada ekonomi dunia 2019 yang terus melambat.
Lihat juga:Tak Perlu Panik Jual Saham Saat IHSG Lesu |
Di Amerika Serikat, perang dagang telah menurunkan pertumbuhan ekonomi dari 2,9 persen pada 2018 menjadi 2,3 persen pada 2019. Penurunan ini terjadi karena ekspor yang tertekan dan berdampak pada permintaan domestik.
Kinerja ekspor dan investasi tengah menurun, terdampak pertumbuhan ekonomi China yang diperkirakan menurun dari 6,6 persen pada 2018 menjadi sekitar 6,2 persen pada 2019. Pertumbuhan ekonomi di Eropa, Jepang, India, dan banyak negara juga mengalami tekanan.
"Pelonggaran kebijakan moneter berupa penurunan suku bunga dan ekspansi neraca bank sentral di berbagai negara belum mampu mencegah perlambatan ekonomi dunia," jelas Onny.
Lihat juga:IHSG Diramal Menguat Terdorong Data Inflasi |
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi sedikit membaik, meskipun risiko ketegangan hubungan dagang AS-China dan kondisi geopolitik perlu terus dicermati karena dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik dan arus masuk modal asing.
[Gambas:Video CNN] (age)