Tak hanya untuk 2019, mereka juga memangkas proyeksi pertumbuhan untuk 2020.
Dilansir dari AFP pada Jumat (29/11) Gubernur Bank Sentral Korea Selatan Lee Ju-yeol mengatakan kemungkinan besar ekonomi Korea Selatan hanya akan mencapai 2,3 persen pada 2020 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain perang dagang, pemangkasan juga dilakukan terkait perselisihan Korea Selatan dengan Jepang. Perselisihan antara Korsel dengan Jepang dipengaruhi oleh penjajahan Jepang terhadap Korsel pada paruh pertama abad ke-20.
Sejauh ini bank sentral masih mempertahankan suku bunga utamanya di level 1,25 persen agar ekonomi bisa tetap tumbuh. Level suku bunga utama tersebut merupakan yang terendah dalam sejarah Korsel.
[Gambas:Video CNN]
(hns/agt)