Luhut Sebut JBIC Ingin Berikan Dana Abadi ke Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 09:34 WIB
Luhut Sebut JBIC Ingin Berikan Dana Abadi ke Indonesia Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan JBIC ingin kerja sama dengan Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) tengah melirik kerja sama dengan Indonesia. Luhut bilang lembaga keuangan dari Jepang itu akan memberikan dana abadi alias sovereign wealth fund (SWF) ke Indonesia.

Luhut mengatakan rencana pemberian dana tersebut sudah diinisiasi saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa menteri ke Jepang  beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Indonesia bertemu dengan Gubernur JBIC Tadashi Maeda.

"Kami mengatakan bahwa presiden sedang melakukan transformasi ekonomi dari berbasis komoditas menjadi nilai tambah. Dia (Maeda) sangat tertarik dengan itu dan mengatakan ini langkah yang hebat," katanya, Senin (2/12).


Selain itu, rombongan dari Indonesia juga memaparkan kepada JBIC bahwa Indonesia akan membangun energi hijau seperti pembangkit listrik tenaga air (hydro power) di Kalimantan dan Papua. Namun demikian, Luhut belum bisa memastikan besaran dana yang akan masuk ke Indonesia dari pendanaan JBIC.

Ia hanya mengatakan dana tersebut kemungkinan mencapai puluhan miliar dolar AS.

"Saya belum bisa ngomong biar mereka bilang besok. Kalau sudah di SWF, kalau bisa US$10 miliar-US$20 miliar dolar AS bisa dikali tiga," ucapnya.

Pertemuan dengan JBIC itu juga turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. Sri Mulyani yang ditemui usai rapat menuturkan JBIC tertarik dengan inisiatif Indonesia untuk membuat berbagai macam bentuk pendanaan, guna mendatangkan investasi ke dalam negeri.

Sri Mulyani menyatakan melalui pendanaan tersebut Indonesia justru dapat mengurangi tambahan utang untuk pembangunan infrastruktur.

"Mereka melihat bahwa Indonesia sekarang dalam proses pembuatan dana infrastruktur sehingga mereka menawarkan berbagai kolaborasi yang telah mereka lakukan dengan berbagai negara," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (ulf/agt)