Menko Luhut Undang VW Bangun Pabrik Mobil di Indonesia

CNN Indonesia | Minggu, 01/12/2019 17:47 WIB
Menko Luhut Undang VW Bangun Pabrik Mobil di Indonesia Luhut mengundang VW untuk membangun pabrik mobil di Indonesia. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengundang pabrikan mobil asal Jerman Volkswagen (VW) untuk investasi membangun pabrik di Indonesia, terutama mobil listrik.

Permintaan itu dilontarkan Luhut saat berkunjung ke kantor pusat VW di Hannover, Jerman pada Jumat (29/11) lalu. Kunjungan itu juga dihadiri oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Luhut menyatakan pembangunan infrastruktur pendukung mobil listrik terus berjalan. Hal itu dilakukan agar semakin banyak penggunaan mobil listrik yang ramah lingkungan.


"Saat ini kami terus mengembangkan infrastruktur pendukung dalam rangka menyediakan infrastruktur bagi kendaraan bermotor berbasis baterai, sesuai dengan Perpres (Peraturan Presiden No.55 tahun 2019)," ujar Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/12).


Dalam pertemuan tersebut, ia menanyakan alasan VW belum memasarkan mobil listrik di Indonesia. Ternyata, manajemen menilai infrastruktur pendukung mobil listrik di Indonesia belum siap seperti stasiun pengisi daya.

Menanggapi hal itu, Luhut menyatakan PT PLN dan PT Pertamina mulai membangun beberapa stasiun pengisi daya listrik, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jakarta, Tangerang, Bali, dan Bandung.

PLN, sambung Luhut, menargetkan pemasangan 160 titik isi ulang kendaraan listrik pada 2020 mendatang. Sedangkan PT Pertamina sejauh ini sudah mendirikan empat stasiun pengisi daya listrik.

Menurut Luhut, Indonesia saat ini lebih memilih teknologi ramah lingkungan yang ongkos produksi bisa lebih murah lantaran Indonesia kaya sumber daya alam.
[Gambas:Video CNN]
Dalam keterangan resmi yang sama, Board Member for Procurement at Volkswagen Dirk Große-Loheide menyatakan pengembangan mobil elektrik merupakan visi perusahaan di masa depan.

"Fokus kami sekarang adalah mengembangkan mobil elektrik, kami tidak terlalu fokus pada mobil hibrid," kata Große-Loheide.

Sebelumnya, Luhut juga menyampaikan undangan investasi serupa kepada pabrikan mobil asal Jerman Bayerische Motoren Werke (BMW) pada Kamis (28/11) lalu.
(sfr)