Permintaan itu dilontarkan Luhut saat berkunjung ke kantor pusat VW di Hannover, Jerman pada Jumat (29/11) lalu. Kunjungan itu juga dihadiri oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Luhut menyatakan pembangunan infrastruktur pendukung mobil listrik terus berjalan. Hal itu dilakukan agar semakin banyak penggunaan mobil listrik yang ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, ia menanyakan alasan VW belum memasarkan mobil listrik di Indonesia. Ternyata, manajemen menilai infrastruktur pendukung mobil listrik di Indonesia belum siap seperti stasiun pengisi daya.
PLN, sambung Luhut, menargetkan pemasangan 160 titik isi ulang kendaraan listrik pada 2020 mendatang. Sedangkan PT Pertamina sejauh ini sudah mendirikan empat stasiun pengisi daya listrik.
Menurut Luhut, Indonesia saat ini lebih memilih teknologi ramah lingkungan yang ongkos produksi bisa lebih murah lantaran Indonesia kaya sumber daya alam.
[Gambas:Video CNN]
Dalam keterangan resmi yang sama, Board Member for Procurement at Volkswagen Dirk Große-Loheide menyatakan pengembangan mobil elektrik merupakan visi perusahaan di masa depan.
"Fokus kami sekarang adalah mengembangkan mobil elektrik, kami tidak terlalu fokus pada mobil hibrid," kata Große-Loheide.
Sebelumnya, Luhut juga menyampaikan undangan investasi serupa kepada pabrikan mobil asal Jerman Bayerische Motoren Werke (BMW) pada Kamis (28/11) lalu.