Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertanahan Kemenperin Putu Juli Ardika memproyeksi jumlah produksi dan ekspor sepeda motor pada 2020 hingga 2035 terus meningkat.
Ia merinci pada 2020 target produksi sepeda motor ditargetkan sebanyak 7,5 juta unit dengan jumlah ekspor 750 ribu unit, kemudian 2025 produksinya diharapkan sebanyak 8,8 juta unit dan ekspor 1,1 juta unit, serta produksi 2030 sebanyak 9,8 juta uni dan ekspor 1,4 juta unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah berharap 10 persen dari total produksi sepeda motor tahun depan merupakan kendaraan hemat energi. Pada 2030, porsinya semakin tinggi menjadi 25 persen, dan 2035 sebesar 30 persen.
"Jadi secara masif kendaraan yang diproduksi sudah bener-benar hemat energi atau dengan kata lain bapak ibu sudah tidak perlu buang-buang uang lagi untuk membeli bahan bakar," jelas Putu.
Kemudian, total penjualan kendaraan roda empat pada 2020 ditargetkan sebanyak 1,25 juta unit, 2025 sebanyak 1,69 juta unit, 2030 sebanyak 2,1 juta unit, dan 2035 sebanyak 2,5 juta unit.
Ekspor Mobil Naik
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyatakan ekspor mobil jadi (CBU) dan mobil terurai (CAD) tercatat naik 29 persen sejak Januari hingga Oktober 2019.
"Meskipun sebelumnya sempat turun akibat pemilihan umum, tapi ini ekspor ada kenaikan. Dalam catatan kami ada kenaikan ekspor 29 persen, terang Kukuh.
Ia menyatakan saat ini kendaraan buatan Indonesia diekspor ke lebih dari 80 negara. Lima negara tujuan utama ekspor, yakni Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko, dan Vietnam.
"Ekspor kami tahun ini 80 negara, selanjutnya (ditargetkan) naik menjadi 90 negara atau 100 negara," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)