Dilansir dari CNN.com, Kamis (29/11), Society of Motor Manufacturers and Traders Inggris (SMMT) pada 2015 lalu memperkirakan produksi mobil tahunan Inggris akan mencapai 2 juta unit pada 2020.
Data SMMT juga menunjukkan produksi mobil Inggris turun 4 persen pada Oktober lalu. Sementara lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan penjualan global akan turun 4 persen pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SMMT menilai, tanpa kesepakatan dagang, Brexit akan memunculkan tarif baru dan penurunan produksi yang signifikan. Sebab, produsen mobil kemungkinan akan beralih dari Inggris ke negara lain.
"Kita perlu bekerja sama dengan pemerintahan selanjutnya untuk memastikan perdagangan tanpa gesekan, bebas dari tarif, dengan penyelarasan peraturan dan akses berkelanjutan ke bekal di masa depan," kata Hawes.
[Gambas:Video CNN]
Beberapa pabrik mobil di Inggris menghadapi kendala dan berencana untuk hijrah. Contohnya, Honda berencana untuk menutup pabriknya di Inggris yang mampu memproduksi hingga 150 ribu Civic per tahun. Lalu, Nissan membatalkan rencana memproduksi X-Trail SUV baru di Sunderland dan Ford yang akan menutup pabriknya di Wales pada 2020 mendatang.
CEO Tesla Elon Musk kepada Auto Express menyampaikan alasannya untuk membuka pabrik Eropa pertamanya di Jerman adalah ketidakpastian Brexit terlalu berisiko untuk pembangunan Gigafactory di Inggris.