Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent hanya naik tipis 0,6 persen ke level US$63,39 per barel. Sementara, harga minyak WTI tak bergerak dari perdagangan sebelumnya di level US$58,43 per barel.
Padahal, harga minyak pada Rabu (4/12) sempat melonjak lebih dari 3 persen. Tercatat, harga minyak Brent menguat 3,6 persen dan WTI 4,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menunggu info apa yang akan diumumkan (oleh OPEC+). Ini menjadi penyebab harga minyak naik dan turun," ucap Analis Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Jumat (6/12).
Di sisi lain, Arab Saudi berharap harga minyak yang lebih tinggi bisa membuat harga saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Saudi Aramco lebih tinggi lagi.
"Menjadi semakin jelas bahwa Arab Saudi bersedia menunggu setidaknya sampai IPO Saudi Aramco memperoleh valuasi yang lebih besar dan menguntungkan," kata Presiden Perusahaan Penasihat Perdagangan Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)