Karena belum memiliki 'apa-apa' akhirnya ia menggadaikan sertifikat tanah itu ke bank.
Hal itu Jokowi sampaikan saat meninjau Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM), di Alun-alun Kota Cilegon, Banten, Jumat (6/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal saya enggak punya agunan. Tanah enggak punya, sertifikat enggak punya, apa yang saya miliki enggak ada. Itu saya pinjam ke sertifikatnya orang tua saya untuk pinjam (uang) di bank," ujarnya.
Jokowi lantas meminta kepada para nasabah Mekaar untuk benar-benar memanfaatkan pinjaman dari pemerintah karena tanpa agunan. Menurutnya, nasabah yang rata-rata ibu-ibu itu juga harus rutin mengangsur pinjaman yang diberikan.
[Gambas:Video CNN]
"Misalnya, angsurnya hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu itu sudah mulai menyisihkan untuk ditabung," tuturnya.
Selain untuk membayar angsuran, kepala negara juga mengingatkan agar para nasabah Mekaar menyisihkan keuntungan dari usaha yang dijalani. Menurutnya, jangan sampai para nasabah tak memiliki tabungan dari usahanya.
"Nabung itu penting karena kita punya anak-anak kita yang perlu sekolah, suami kerja iya, tapi kalau ada tambahan dari kita, dari ibu-ibu itu akan lebih memperkuat ketahanan ekonomi keluarga kita," katanya.