IHSG Diprediksi Melemah Jelang Pengumuman The Fed

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 06:24 WIB
IHSG Diprediksi Melemah Jelang Pengumuman The Fed IHSG diprediksi bergerak lesu karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global pada perdagangan Selasa (10/12). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak lesu pada perdagangan Selasa (10/12). Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan investor cenderung wait and see menanti kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed. Ekonom memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga saat rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (12/12).

Pasalnya, data non-farm employment change AS periode November tumbuh 266.000. Angka ini melebihi proyeksi pasar sebesar 181.000.


Sementara itu, tingkat pengangguran AS berhasil turun menjadi 3,5 persen pada November.

"IHSG mengindikasikan adanya potensi koreksi dalam jangka pendek," kata Dennies dalam riset tertulisnya, Selasa (10/12).

Di sisi lain, AS-China mulai mendekati kesepakatan dagang sehingga memberikan optimisme di pasar. Untuk diketahui AS akan memberlakukan tarif baru atas produk China pada 15 Desember mendatang, sehingga harapannya kesepakatan dagang bisa tercapai sebelum tenggat tersebut.

"Perkembangan negosiasi dagang AS-China juga mulai positif," imbuhnya.

Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.165-6.180 dan resistance 6.210-6.225.

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG berpotensi melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.140-6.190.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak terbatas cenderung melemah," ucapnya.

Lanjar bilang investor mencermati hasil pertemuan AS-China yang akan membicarakan kesepakatan tarif baru. AS dan China menuju negosiasi akhir terkait kenaikan tarif tahun ini.

"Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada hari Jumat kedua belah pihak tawar-menawar mengenai jumlah produk pertanian AS yang bersedia dibeli oleh Beijing," tuturnya.

IHSG berhasil menguat pada perdagangan Senin (9/12). Indeks ditutup di level 6.193 naik 6,762 poin atau 0,11 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,38 persen ke posisi 27.909, S&P 500 melemah 0,32 persen ke level 3.135, dan Nasdaq Composite turun 0,40 persen menjadi 8.621. (ulf/age)