Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan investor cenderung wait and see menanti kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed. Ekonom memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga saat rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (12/12).
Pasalnya, data non-farm employment change AS periode November tumbuh 266.000. Angka ini melebihi proyeksi pasar sebesar 181.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan negosiasi dagang AS-China juga mulai positif," imbuhnya.
Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.165-6.180 dan resistance 6.210-6.225.
"Kami perkirakan IHSG akan bergerak terbatas cenderung melemah," ucapnya.
Lanjar bilang investor mencermati hasil pertemuan AS-China yang akan membicarakan kesepakatan tarif baru. AS dan China menuju negosiasi akhir terkait kenaikan tarif tahun ini.
"Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada hari Jumat kedua belah pihak tawar-menawar mengenai jumlah produk pertanian AS yang bersedia dibeli oleh Beijing," tuturnya.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,38 persen ke posisi 27.909, S&P 500 melemah 0,32 persen ke level 3.135, dan Nasdaq Composite turun 0,40 persen menjadi 8.621. (ulf/age)