Morgan Stanley Pecat 1.500 Karyawan

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 10:20 WIB
Morgan Stanley Pecat 1.500 Karyawan Morgan Stanley memecat sekitar 1.500 karyawan karena pergerakan ekonomi global yang tidak menentu. (Mario Tama/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Morgan Stanley memecat sekitar 1.500 karyawan karena pergerakan ekonomi global yang tidak menentu.

Dilansir dari CNN, aksi PHK tersebut mewakili lebih dari 2 persen karyawan bank dengan total jumlah 60.532 orang pada akhir September lalu.

Sumber CNN mengatakan PHK akan condong ke arah peran teknologi dan operasi. Morgan Stanley akan mengeluarkan sekitar US$150 juta hingga US$200 juta karena PHK.


Kabar PHK tersebut mulai santer terdengar ketika bank investasi tersebut menghadapi tekanan untuk menahan pengeluaran. Perusahaan harus mengimbangi lingkungan yang berisiko dari suku bunga rendah, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan lenyapnya volatilitas di pasar keuangan.

Hal tersebut terjadi ketika pekerjaan bank tradisional sedang terganggu oleh kecerdasan buatan dan teknologi baru lainnya.

Beban kompensasi Morgan Stanley melonjak lebih tinggi selama kuartal ketiga bahkan ketika pendapatan melambat.

"Kami tetap berkomitmen untuk mengendalikan pengeluaran kami," kata CEO James Gorman saat itu.

Hingga saat ini Morgan Stanley (MS) menolak untuk mengomentari rencana PHK.

Beberapa bank Eropa juga telah menghilangkan sebagian pekerjaan sebagai upaya mengendalikan biaya. Pada Juli, Deutsche Bank (DB) meluncurkan perombakan dramatis yang bertujuan memangkas 18.000 tenaga kerja pemberi pinjaman Jerman yang bermasalah.

Kekhawatiran resesi telah mereda beberapa pekan terakhir. Hal tersebut memberikan tanda bahwa sebagian besar ekonomi AS terbukti tahan terhadap perang perdagangan AS-Cina. Meskipun industri manufaktur Amerika sedang mengalami penurunan, seluruh perekonomian terus tumbuh.

Amerika Serikat menambahkan 266.000 pekerjaan pada November lalu dan menggeser estimasi ekonom. Tingkat pengangguran merosot ke 3,5 persen terendah selama 50 tahun terakhir.

Namun, industri jasa keuangan bersiap-siap untuk gangguan signifikan yang disebabkan oleh munculnya teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan otomatisasi.

Menurut IHS, pada 2030, sekitar 1,3 juta pekerja bank di Amerika Serikat dan 500.000 di Inggris dapat dipengaruhi oleh pengenalan AI.

[Gambas:Video CNN] (CNN/age)