Juru bicara HSBC Indonesia Daisy K. Primayanti menuturkan kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan isu lama. Sebelumnya, HSBC Holdings Plc juga dikabarkan akan memangkas pegawainya hingga 4.000 orang atau setara 2 persen tenaga kerja secara global. Kebijakan pemangkasan jumlah karyawan ditempuh sebagai upaya manajemen mengatasi gejolak global.
"Itu berita lama, bukan suatu hal yang baru. Bahkan, di level HSBC Grup mereka terus merekrut staf khususnya di kawasan Asia," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, lanjutnya, perusahaan memiliki kantor cabang di lebih dari 25 kota di Indonesia dari sebelumnya hanya di 6 kota.
"Sebagaimana yang selalu disampaikan, kami terus meniti cita-cita untuk pertumbuhan," ujarnya.
Sumber AFP menuturkan, pengurangan ditempuh sebagai bagian dari kebijakan pemotongan biaya operasional yang dilakukan bos baru HSBC Holdings, Noel Quinn.
Efisiensi dilakukan lantaran bank tersebut kini tengah berjuang untuk menyesuaikan diri dengan penurunan suku bunga acuan, keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa (Brexit) dan perang dagang antara AS dengan China yang sudah berjalan lama.
"Kami sudah tahu selama bertahun-tahun bahwa kami perlu melakukan sesuatu pada basis biaya kami yang komponen terbesar di antaranya adalah orang. Sekarang kami akhirnya menangkap masalah itu," kata sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya itu.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)