Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan perkembangan perang dagang kedua negara cenderung negatif. Padahal, tenggat waktu kesepakatan dagang semakin dekat, yakni pada 15 Desember 2019. Pasalnya, pada tanggal tersebut AS akan memberlakukan tarif baru atas produk China sehingga pasar mengharapkan kesepakatan bisa tercapai sebelum tanggal 15 Desember.
"Hal tersebut memunculkan kekhawatiran bagi investor" kata Dennies dalam riset tertulisnya, Rabu (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPPU Mengeluh Karena Anggaran Dikurangi |
Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG berpotensi melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.110-6.190.
"Kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi negatif pada perdagangan hari ini," katanya.
Selain itu, indeks saham juga tertekan setelah Komisi Uni Eropa mengenakan bea masuk anti subsidi (BMAS) terhadap biodiesel Indonesia sebesar 8 persen-18 persen. Ia menilai hal tersebut akan memberatkan kinerja produsen CPO.
IHSG terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (10/12). Indeks ditutup di level 6.183 merosot 10,28 poin atau 0,17 persen.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,10 persen ke posisi 27.881, S&P 500 melemah 0,11 persen ke level 3.132, dan Nasdaq Composite turun 0,07 persen menjadi 8.616.
[Gambas:Video CNN] (ulf/age)