IHSG Diramal Melemah Tertekan Perang Dagang AS-China

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 06:13 WIB
IHSG Diramal Melemah Tertekan Perang Dagang AS-China IHSG diramal masih melanjutkan pelemahan karena tertekan sentimen perang dagang AS-China. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada perdagangan Kamis (11/12). Pelaku pasar mencermati perkembangan perang dagang AS-China.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan perkembangan perang dagang kedua negara cenderung negatif. Padahal, tenggat waktu kesepakatan dagang semakin dekat, yakni pada 15 Desember 2019. Pasalnya, pada tanggal tersebut AS akan memberlakukan tarif baru atas produk China sehingga pasar mengharapkan kesepakatan bisa tercapai sebelum tanggal 15 Desember.

"Hal tersebut memunculkan kekhawatiran bagi investor" kata Dennies dalam riset tertulisnya, Rabu (11/12).


Secara teknikal, ia bilang IHSG mengindikasikan potensi pelemahan jangka pendek. Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.163-6.173 dan resistance 6.199-6.215.

"Investor juga cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed," imbuhnya.

Di tengah potensi pelemahan ini ia merekomendasikan beli saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dengan target harga Rp910-Rp930 per saham.

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG berpotensi melemah. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.110-6.190.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi negatif pada perdagangan hari ini," katanya.

Lanjar juga mengamini investor menanti pertemuan The Fed dan hasil kesepakatan perdagangan AS-China sebelum tanggal 15 Desember 2019. Fokus terbesar masih bisa diperdebatkan pada apakah AS dan China dapat menghindari babak baru kebijakan-kebijakan proteksionis.

Selain itu, indeks saham juga tertekan setelah Komisi Uni Eropa mengenakan bea masuk anti subsidi (BMAS) terhadap biodiesel Indonesia sebesar 8 persen-18 persen. Ia menilai hal tersebut akan memberatkan kinerja produsen CPO.

IHSG terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (10/12). Indeks ditutup di level 6.183 merosot 10,28 poin atau 0,17 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,10 persen ke posisi 27.881, S&P 500 melemah 0,11 persen ke level 3.132, dan Nasdaq Composite turun 0,07 persen menjadi 8.616.

[Gambas:Video CNN] (ulf/age)