Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,30 persen, ringgit Malaysia 0,35 persen, dan dolar Singapura menguat sebesar 0,07 persen.
Selanjutnya yen Jepang juga menguat sebesar 0,06 persen, diikuti baht Thailand 0,05 persen, serta lira Turki yang menguat tipis 0,02 persen. Sementara itu, pelemahan hanya terjadi pada dolar Hong Kong sebesar 0,23 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dini hari tadi, pengumuman kebijakan moneter The Fed di umumkan oleh Gubernurnya, Jerome Powell. Menurut Ariston, Powell memberikan indikasi bahwa the Fed tidak akan terburu-buru menaikan suku bunga.
"Sikap the Fed ini mendorong pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia, dan bisa membantu mendorong penguatan rupiah terhadap dollar AS pagi ini," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/12).
Lihat juga:Lima Komisaris BTN Belum Uji Kelayakan OJK |
Ariston mengatakan, penerapan tarif impor baru oleh kedua belah pihak dapat memberikan sentimen negatif untuk rupiah.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan berpotensi bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.050 per dolar AS hari ini.
[Gambas:Video CNN] (ara/age)