Selain membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas), perseroan menyiagakan pasokan BBM di sejumlah titik, khususnya di Jalur Pantura dan Selatan Jawa yang menjadi jalur utama wisata dan mudik.
Di Jawa Tengah, Pertamina memperkirakan terjadi kenaikan kebutuhan BBM sebesar 15 persen dari rata-rata harian normal, yakni dari 11.084 Kilo Liter (KL) menjadi 12.698 KL.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil seperti Bio Solar dan Dexlite diprediksi turun. Kondisi itu tak lepas dari berkurangnya aktivitas industri karena libur.
"Untuk produk BBM jenis gasoil diperkirakan akan turun 9 persen dikarenakan banyak industri yang akan libur", jelas Iin.
Selain di area peristirahatan, Pertamina sudah menyiapkan 21 titik pelayanan BBM yaitu sebanyak 6 titik kios Mobile Dispenser, 4 titik kios kemasan, 4 titik SPBU modular dan 7 titik SPBU regular.
Di Jalur Selatan, perseroan akan menyediakan 2 titik kios kemasan dan 2 Pertashop. Kesiapan juga dilakukan perusahaan minyak pelat merah ini dengan menyiagakan selama 24 jam suplai point BBM yaitu 7 Terminal BBM (fuel terminal) dengan didukung sebanyak 458 armada mobil tangki.
Khusus LPG, stok di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta secara total juga akan ditambah sebanyak 7,9 persen dari rataan harian normal sebesar 3.867 Metric Ton menjadi 4.174 Metric Ton.
Sedangkan untuk kesiapan stok LPG khususnya di wilayah Jawa Tengah, untuk PSO akan ditambah sebanyak 6 persen dari rataan normal yaitu 3.138 MT menjadi 3.326 MT dan LPG Non PSO ditambah sebanyak 30,8 persen dari 244 MT menjadi 319 MT.
[Gambas:Video CNN] (dmr/sfr)