Libur Nataru, Pertamina Antisipasi Konsumsi BBM Jawa Tengah

CNN Indonesia | Minggu, 15/12/2019 00:31 WIB
Libur Nataru, Pertamina Antisipasi Konsumsi BBM Jawa Tengah Pertamina mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM di Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Semarang, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengantisipasi lonjakan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Tengah selama masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Selain membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas), perseroan menyiagakan pasokan BBM di sejumlah titik, khususnya di Jalur Pantura dan Selatan Jawa yang menjadi jalur utama wisata dan mudik.

Di Jawa Tengah, Pertamina memperkirakan terjadi kenaikan kebutuhan BBM sebesar 15 persen dari rata-rata harian normal, yakni dari 11.084 Kilo Liter (KL) menjadi 12.698 KL.


Kenaikan 15 persen dari rata-rata harian normal juga diperkirakan terjadi di wilayah Yogyakarta, dari 13.038 KL menjadi 14.969 KL.

Kenaikan kebutuhan harian ini akan terjadi pada BBM jenis bensin yakni Pertamax dan Pertamax Turbo. Pertamax diprediksi akan naik dari rataan normal sebesar 2.124 KL menjadi 2.505 KL dan Pertamax Turbo dari 34 KL menjadi 41 KL.

"Pertamina telah membentuk satuan tugas (satgas) yang akan dimulai pada 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020 untuk mengoptimalkan penyaluran BBM di Jawa Tengah," ungkap General Manager PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIY Iin Febrian kepada awak media, Sabtu (14/12).

Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil seperti Bio Solar dan Dexlite diprediksi turun. Kondisi itu tak lepas dari berkurangnya aktivitas industri karena libur.

"Untuk produk BBM jenis gasoil diperkirakan akan turun 9 persen dikarenakan banyak industri yang akan libur", jelas Iin.

Khusus di rute Tol Trans Jawa, perseroan telah menyiapkan sejumlah cara untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat yang melintas.

Selain di area peristirahatan, Pertamina sudah menyiapkan 21 titik pelayanan BBM yaitu sebanyak 6 titik kios Mobile Dispenser, 4 titik kios kemasan, 4 titik SPBU modular dan 7 titik SPBU regular.

Di Jalur Selatan, perseroan akan menyediakan 2 titik kios kemasan dan 2 Pertashop. Kesiapan juga dilakukan perusahaan minyak pelat merah ini dengan menyiagakan selama 24 jam suplai point BBM yaitu 7 Terminal BBM (fuel terminal) dengan didukung sebanyak 458 armada mobil tangki.

Khusus LPG, stok di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta secara total juga akan ditambah sebanyak 7,9 persen dari rataan harian normal sebesar 3.867 Metric Ton menjadi 4.174 Metric Ton.

Sedangkan untuk kesiapan stok LPG khususnya di wilayah Jawa Tengah, untuk PSO akan ditambah sebanyak 6 persen dari rataan normal yaitu 3.138 MT menjadi 3.326 MT dan LPG Non PSO ditambah sebanyak 30,8 persen dari 244 MT menjadi 319 MT.

[Gambas:Video CNN] (dmr/sfr)