Kepala BPH Migas M. Fansurullah Asa mengecek empat SPBU pada pekan ini yakni SPBU 34- 129902 Jl. Gatot Subroto Kuningan; SPBU 34- 12804 Jl. Prof. DR. Soepomo Tebet Jakarta Selatan; SPBU 34- 12503 Jl. Pasar Minggu Jakarta Selatan; dan SPBU 34- 12507 Jl. Raya Cilandak KKO Pasar Minggu.
Pengecekan tersebut juga dihadiri perwakilan PT Pertamina (Persero) serta PT Telkom (Persero).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk pencatatan nomor plat kendaraan untuk solar subsidi, baru bisa dicatat melaui mesin EDC yang belum terkoneksi dengan monitor server SPBU.
Dari jumlah tersebut dapat menampilkan kondisi stok SPBU dan profil penyaluran SPBU per transaksi namun belum dapat mencatat nomor polisi kendaraan.
"Dari 2.539 SPBU yang telah terdigitalisasi, terdapat sejumlah 1.910 SPBU yang sudah dapat melakukan pembayaran menggunakan perangkat EDC dari program Link Aja," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (14/12).
Dia mengatakan pihaknya berharap PT Pertamina dapat segera menyelesaikan sisa target sehingga pengawasan untuk konsumen solar dan premium melalui digitalisasi nozzle SPBU bisa efektif. Selain itu, BPH Migas juga meminta sistem itu dapat mengidentifikasi konsumen.
"Kami meminta PT Pertamina dapat mengimplementasikan sistem identifikasi konsumen dan volume pembelian pada digitalisasi nozzle SPBU agar dapat digunakan untuk pengawasan dengan efektif dan target digitalisasi nozzle SPBU sebanyak 5.518 SPBU tercapai," tegas Fanshurullah. (asa)