Penyelundupan Mobil Mewah Rugikan RI Rp647 M Pada 2019

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 05:57 WIB
Kemenkeu menyatakan negara rugi Rp647 miliar akibat selundupan mobil dan motor mewah sepanjang 2019. Kemenkeu sebut penyelundupan mobil dan motor mewah rugikan negara Rp647 miliar. (CNN Indonesia/Ulfa Arieza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengungkapkan negara rugi besar dari penyelundupan mobil dan motor mewah. Sepanjang 2019, total kerugian negara akibat praktik culas tersebut tembus sekitar Rp647,5 miliar.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan potensi kerugian berasal dari hilangnya pendapatan perpajakan baik dari bea masuk maupun pajak impor. Pendapatan pajak tersebut sebesar dua kali lipat dari nilai impor barang.

Proyeksi penerimaan tersebut berasal dari komponen bea masuk sebesar 40 persen- 50 persen, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 125 persen, dan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen-7,5 persen, kemudian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen.


"Kalau nilainya Rp10 miliar berarti yang potensial lost-nya Rp20 miliar," katanya, Selasa (17/12).

Data Bea dan Cukai menyebutkan perkiraan nilai barang mobil mewah selundupan sepanjang 2019 mencapai Rp312,92 miliar. Itu berarti, potensi kerugian negara sekitar Rp625,84 miliar.

Bea dan Cukai mencatat terdapat 57 kasus penyelundupan mobil mewah di 2019 dengan jumlah mobil mencapai 84 unit. Sementara itu, perkiraan nilai barang motor mewah selundupan sepanjang 2019 mencapai Rp10,83 miliar.

Itu berarti, potensi kerugian negara sekitar Rp21,66 miliar. Bea dan Cukai mencatat terdapat 10 kasus penyelundupan motor mewah di 2019 dengan jumlah motor mencapai 2.693 unit.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan tren penyelundupan mobil dan motor mewah meningkat drastis pada 2019 dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Pada 2016 dan 2017 tidak didapati kasus penyelundupan mobil mewah.

[Gambas:Video CNN]
Lalu pada 2018 Bea dan Cukai mendapati lima kasus penyelundupan mobil mewah, dan melonjak signifikan menjadi 57 kasus tahun ini.

Sementara itu, kasus penyelundupan motor mewah pada 2016 sebanyak tiga kasus dan satu kasus di 2017. Tahun lalu, penyelundupan motor mewah terpantau sebanyak delapan kasus dan meningkat menjadi 10 kasus tahun ini.

"Di 2019 peningkatannya luar biasa tinggi, baik dari sisi motor dan mobil. Dan ini untuk kendaraan maupun non kendaraan. Ini adalah satu tantangan besar bagi kami," ujarnya.

Ia menuturkan mobil dan motor mewah tersebut menjadi rampasan negara hingga proses hukum terhadap pelaku penyelundupan selesai. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan pihak yang dinyatakan secara hukum melakukan penyelundupan dapat dikenai sanksi pidana.

"Pak Jaksa Agung dan Kapolri akan sama-sama dengan tim kami menyelesaikan proses penyidikan dan kemudian dokumen sehingga siap dimasukkan ke pengadilan," ujarnya.

Secara total selama empat tahun sejak 2016-2019, perkiraan nilai barang mobil mewah selundupan sebesar Rp315,99 miliar. Lalu, perkiraan nilai barang motor mewah selundupan sebesar Rp13,71 miliar.



(ulf/agt)