Jokowi: Ibu Kota Baru Cuma 30 Menit dari Balikpapan

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 12:03 WIB
Presiden Jokowi menyebut lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur hanya 30 menit dari Balikpapan dan 20 menit dari pelabuhan. Presiden Jokowi menyatakan jarak ibu kota baru ke Balikpapan cuma 30 menit. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Balikpapan, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan kawasan ibu kota baru negara yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara akan mudah diakses dari salah satu kota utama di Kalimantan Timur, yaitu Balikpapan.

Estimasinya, kawasan ibu kota baru mampu ditempuh oleh kendaraan pribadi dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit dari pusat kota Balikpapan. Kemudian, kawasan ibu kota baru hanya berjarak sekitar 20 menit dari pelabuhan yang rencananya akan dibangun di kawasan Teluk Balikpapan.

"Sepaku ke Balikpapan kalau kemarin kan mutar, tapi kalau ada tol nanti langsung 30 menit sampai. Itu juga dekat dengan Teluk, sekitar 20 menit, tidak sampai bahkan, dekat banget," ucap Jokowi di Novotel, Balikpapan, Rabu (18/12).


Saat ini, pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang menjadi salah satu akses masuk ke ibu kota baru memang tengah dikerjakan. Pemerintah sudah berhasil merampungkan pembangunan tiga dari lima seksi jalan tol tersebut.


Seksi yang sudah selesai, yaitu Seksi II Samboja-Muara Jawa sepanjang 30,98 km, Seksi III Muara Jawa-Palaran 17,5 km, dan Seksi IV Palaran-Samarinda 17,95 km. Sementara Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 km dan Seksi V Balikpapan-Sepingan 11,09 km belum rampung.

Jokowi menargetkan kedua seksi Tol Balikpapan-Samarinda akan selesai pada April 2020. Dengan begitu, jalan tol siap sebelum masa konstruksi ibu kota baru yang rencananya dimulai pada akhir 2020.

Di sisi lain, meski akan membangun pelabuhan di kawasan Teluk Balikpapan, kepala negara berjanji kawasan itu tetap akan ramah lingkungan. Terlebih ada beberapa ekosistem tanaman endemik dan habitat bekantan di kawasan tersebut.

"Itu yang mau kami siapkan, termasuk mangrove-nya, bibit mangrove disiapkan untuk memperbaiki. Nanti akan ada kawasan untuk konservasi bekantan, untuk orang utan, itu agak jauh (dari Teluk), tapi akan menjadi perhatian juga, akan jadi daya tarik menurut saya," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

Bahkan, sambungnya, pemerintah juga akan terus memperhatikan aspek lingkungan di ibu kota baru. Maka dari itu, ia menginstruksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya agar segera membangun kebun bibit seluas 100 hektare di kawasan ibu kota baru.

"Kami siapkan bibit baik yang fast growing species, modelnya seperti ekaliptus, akasia, mangium. Pohon-pohon asli di sini juga, seperti kampar, kapur, ulin, bengkirai," katanya.

Dalam pembangunan ibu kota negara yang baru, pemerintah mengalokasikan lahan sekitar 256 ribu hektare (ha). Dari luasan itu, sekitar 56 ribu ha akan menjadi wilayah utama ibu kota negara. Sementara pusat pemerintahannya berada di kawasan seluas 5.600 ha.

(uli/sfr)