Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan kontribusi UMKM pada pasar ekspor baru 14,5 persen. Sementara, 85,5 persen pasar ekspor disumbang oleh perusahaan-perusahaan besar.
"Kami sedang pelajari, memang harapan kami 2024 jadi dua kali lipat dari sekarang," katanya, Jumat (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, varian produk-produk UMKM Indonesia yang diminati konsumen global mulai bertambah. Misalnya, produk dekorasi rumah, furnitur, kerajinan tangan, hingga fesyen dan makanan halal.
"Jadi kami akan fokus mendorong UMKM seperti itu, bukan hanya keripik, akik, dan batik tapi juga masuk ke komoditas unggul," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku akan mendorong perbankan pelat merah, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dari sisi pembiayaan UMKM. Tak heran, pasalnya, BRI merupakan pemain utama dalam sektor UMKM.
Erick meminta BRI melakukan sinergi dengan Sarinah dari sisi pendanaan maupun kompetensi lainnya.
"Jadi nanti Sarinah itu akan kami jadikan pusat dari UMKM. Kalau nanti dalam negeri sudah baik bukan tidak mungkin Sarinah buka outlet di bandar udara yang jadi pusat tujuan wisata seperti Bali dan Labuan Bajo," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Ia menargetkan sinergi bank pelat merah dengan Sarinah dapat terealisasi pada pertengahan tahun depan.
"Ini saya rasa bisa berjalan, insyaallah pertengahan tahun depan kami launching pada saat Indonesia merdeka 75 tahun itu akan menjadi simbolik," katanya.
(ulf/sfr)