Alasan Forbes memasukkan mereka dalam catatan saham terjelek lantaran investor berbondong-bondong menjual saham ketiga peritel tersebut.
Macy's, misalnya, nilai sahamnya rontok 46 persen dan tercatat saham dengan kinerja terburuk di S&P 500. Perusahaan ini cuma bernilai US$ 5 miliar dari sebelumnya US$24 miliar pada 2015 lalu.
Saham perusahaan rontok lantaran Macy's mulai kehilangan pengunjung. "Perlambatan penjualan lebih curam dari yang kami harapkan," ujar CEO Macy's Jeff Gennette, dikutip Forbes, Selasa (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
L Brands, pemegang merek Victoria's Secret juga mengalami tahun yang suram dengan nilai saham anjlok 28 persen. Produsen pakaian dalam yang dikenal karena iklan-iklan seksinya tersebut kehilangan pangsa pasarnya dari kehadiran ThirdLove dan True&Co.
Persaingan sengit dengan ThirdLove dan True&Co berdampak pada penurunan penjualan Victoria's Secret.
Di samping tiga peritel di atas, S&P 500 juga mencatat saham Amazon dengan kinerja buruk. Meski demikian, saham perusahaan besutan Jeff Bezos tersebut tetap mendaki naik 19 persen dan membuat Bezos menjadi orang terkaya di dunia.
[Gambas:Video CNN] (bir)