Gap dan Victoria's Secret Jadi Saham Ritel Terburuk di 2019

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 14:11 WIB
Gap dan Victoria's Secret Jadi Saham Ritel Terburuk di 2019 Forbes merilis saham ritel terburuk di sepanjang tahun ini, yakni Macy's, Gap, dan L Brands, pemilik merek Victoria's Secret. (AFP/Johannes Eisele).
Jakarta, CNN Indonesia -- Forbes merilis deretan saham ritel terburuk di sepanjang tahun ini. Yakni, department store Macy's, ritel pakaian Gap, dan L Brands, pemegang merek Victoria's Secret.
Alasan Forbes memasukkan mereka dalam catatan saham terjelek lantaran investor berbondong-bondong menjual saham ketiga peritel tersebut.

Macy's, misalnya, nilai sahamnya rontok 46 persen dan tercatat saham dengan kinerja terburuk di S&P 500. Perusahaan ini cuma bernilai US$ 5 miliar dari sebelumnya US$24 miliar pada 2015 lalu.

Saham perusahaan rontok lantaran Macy's mulai kehilangan pengunjung. "Perlambatan penjualan lebih curam dari yang kami harapkan," ujar CEO Macy's Jeff Gennette, dikutip Forbes, Selasa (23/12).

Pengecer, lanjut Gennette, juga melaporkan penurunan penjualan toko dalam dua tahun terakhir.

Selain Macy's, peritel pakaian merek Gap juga mencatat kinerja saham yang buruk versi S&P 500. Nilai sahamnya dilaporkan rontok 31 persen.

CEO Gap mundur dan manajemen dirombak, di tengah transformasi perusahaan untuk melakukan pemisahan unit usahanya, seperti Old Navy, Banana Republic dan beberapa merek lainnya.

L Brands, pemegang merek Victoria's Secret juga mengalami tahun yang suram dengan nilai saham anjlok 28 persen. Produsen pakaian dalam yang dikenal karena iklan-iklan seksinya tersebut kehilangan pangsa pasarnya dari kehadiran ThirdLove dan True&Co.

Pesaing Victoria's Secret itu mempromosikan mereknya dari postur tubuh kebanyakan wanita. Akibat persaingan sengit itu, peragaan busana tahunan Victoria's Secret dibatalkan untuk pertama kalinya.

Persaingan sengit dengan ThirdLove dan True&Co berdampak pada penurunan penjualan Victoria's Secret.

Di samping tiga peritel di atas, S&P 500 juga mencatat saham Amazon dengan kinerja buruk. Meski demikian, saham perusahaan besutan Jeff Bezos tersebut tetap mendaki naik 19 persen dan membuat Bezos menjadi orang terkaya di dunia.
[Gambas:Video CNN]


(bir)